Banjir kembali melanda Kabupaten Parigi Moutong dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak serta kerusakan permukiman warga.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama, sehingga menyebabkan sungai meluap dan merendam area pemukiman penduduk. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, bahkan sebagian warga harus menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Simak selengkapnya hanya di Siaga Bencana.
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Parigi Moutong menjadi pemicu utama terjadinya banjir di wilayah tersebut. Curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan hingga meluap ke permukiman warga di sejumlah titik.
Kondisi ini diperparah oleh karakteristik wilayah yang memiliki beberapa aliran sungai yang melintasi kawasan permukiman. Ketika curah hujan terus meningkat, kapasitas sungai tidak mampu menampung volume air sehingga terjadi luapan yang masuk ke area rumah warga dan fasilitas umum.
Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu cukup serius, terutama di wilayah yang berada dekat bantaran sungai. Sebagian warga terpaksa berhati-hati dalam beraktivitas, sementara yang lain memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir susulan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
7 Desa Terdampak Dan Ratusan Kk Terjangkau
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya tujuh desa terdampak dalam peristiwa banjir yang melanda Parigi Moutong. Desa-desa tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa.
Total terdapat sekitar 234 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh banjir tersebut. Ratusan warga ini harus menghadapi kondisi rumah yang tergenang air dengan tingkat ketinggian yang bervariasi, serta kerusakan pada perabotan rumah tangga dan fasilitas lingkungan sekitar.
Selain kerugian material, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu rumah tangga juga ikut terdampak. BPBD mencatat terdapat puluhan warga dari kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal kesehatan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Baca Juga: Sulut Malut Hancur Lebur, Ratusan Gempa Susulan Menghantam Tanpa Henti
Warga Mengungsi Dan Kondisi Lapangan
Sebagian warga yang terdampak banjir sempat mengungsi ke rumah kerabat atau ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan naiknya kembali debit air sungai di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Namun seiring berjalannya waktu, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing setelah air berangsur surut. Meski demikian, mereka masih harus menghadapi dampak lanjutan berupa lumpur tebal dan sisa material banjir yang terbawa arus ke permukiman.
Di lapangan, tim BPBD bersama masyarakat setempat melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan terdampak. Fokus utama pembersihan adalah membuka akses jalan, membersihkan rumah warga, serta memastikan kawasan pemukiman kembali dapat dihuni dengan aman.
Penanganan Dan Peringatan Dini Bpbd
BPBD Parigi Moutong terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Selain pemantauan, BPBD juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga diminta untuk segera mengungsi apabila melihat tanda-tanda peningkatan debit air sungai atau kondisi cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga melakukan koordinasi untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir. Upaya tersebut mencakup distribusi bantuan logistik, pembersihan wilayah terdampak, serta pemulihan infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com
