Banjir bandang di Purbalingga hantam pemukiman, kayu gelondongan hanyut, warga terdampak terjebak lumpur dan material banjir.
Siaga Bencana Banjir bandang kembali melanda Purbalingga, membawa material kayu gelondongan yang menimbun pemukiman. Warga pun terdampak, terjebak lumpur dan kerapuhan infrastruktur, memicu kekhawatiran akan keselamatan serta kerusakan yang lebih luas.
Banjir Bandang Hantam Desa Serang Dan Sangkanayu
Banjir bandang melanda Desa Serang dan Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada dini hari Sabtu (24/1/2026). Air deras membawa kayu gelondongan dan material lain yang membahayakan rumah warga. Selain menimbulkan kerusakan properti, banjir juga memicu kepanikan warga setempat.
Saryono Sakirin (68), salah satu warga yang terdampak, menceritakan bagaimana air tiba-tiba masuk ke rumahnya saat tengah tidur. Ia dan istrinya terpaksa naik ke lantai dua untuk menyelamatkan diri ketika arus semakin deras. Suara gemuruh banjir dan hantaman kayu besar membuat situasi semakin menegangkan bagi warga.
Kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya mitigasi bencana di wilayah Purbalingga yang rawan banjir. Warga kini diimbau untuk selalu waspada, terutama saat musim hujan deras berlangsung, agar keselamatan diri dan keluarga tetap terjaga.
Kerusakan Rumah Dan Properti Warga
Saryono mengaku seluruh peralatan produksinya, termasuk bahan dan mesin untuk usaha pembuatan batako, hanyut tersapu banjir. Kayu gelondongan yang terbawa arus bahkan sempat menabrak tiang penyangga rumahnya. Beruntung, struktur rumah tidak ambruk, meski kondisi bangunan kini terancam.
Selain rumah Saryono, beberapa rumah warga lain juga terdampak. Material kayu dan lumpur menumpuk di halaman hingga ke dalam rumah, mengganggu aktivitas sehari-hari. Jalan akses antar desa pun tersumbat oleh puing-puing dan kayu besar yang hanyut terbawa air.
Dampak material kayu gelondongan ini menambah risiko terhadap keselamatan warga dan hewan ternak yang berada di sekitar sungai. Pemerintah desa dan aparat setempat pun segera melakukan evakuasi darurat bagi warga yang rumahnya terancam ambruk.
Baca Juga: BPBD Ingatkan Warga Jakarta, Bendung Katulampa Siaga 4 Pagi Ini
Respons Warga Dan Aparat
Warga secara gotong royong membersihkan puing-puing kayu dan lumpur di sekitar rumah mereka. Bantuan dari aparat desa dan BPBD Kabupaten Purbalingga juga telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi kebutuhan darurat.
Saryono dan beberapa warga lainnya menerima bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan terpal sementara. Pihak desa menegaskan bahwa koordinasi dengan BPBD dan SAR lokal terus dilakukan untuk memastikan warga yang terdampak dapat selamat dan kebutuhan mereka terpenuhi.
Selain itu, warga diminta untuk tetap menghindari area sungai dan aliran air deras yang masih mengandung kayu dan material lain, karena dikhawatirkan banjir susulan terjadi. Kesadaran warga dalam menjaga keselamatan diri menjadi kunci utama menghadapi situasi darurat ini.
Upaya Pemulihan Dan Mitigasi
Setelah banjir surut, pemerintah desa dan BPBD Purbalingga segera menyiapkan program pemulihan rumah dan lahan yang terdampak. Perbaikan jalan dan saluran air juga menjadi prioritas agar risiko banjir berikutnya bisa diminimalkan.
Para warga yang kehilangan peralatan produksi diimbau untuk memanfaatkan bantuan darurat dan program pemulihan ekonomi dari pemerintah daerah. Selain itu, edukasi mengenai mitigasi bencana terus digalakkan agar masyarakat siap menghadapi bencana alam di masa depan.
Bencana ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan perencanaan infrastruktur yang tahan terhadap banjir. Kolaborasi antara warga, aparat, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar Purbalingga lebih siap menghadapi musim hujan di tahun-tahun mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari tribratanews.polri.go.id

