Waspada cuaca ekstrem di Sumbawa! Banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung mengguncang 10 kecamatan.
Cuaca ekstrem kembali mengancam Sumbawa. Dalam sepekan terakhir, 10 kecamatan terdampak banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung. Masyarakat diimbau waspada Siaga Bencana dan segera melakukan langkah antisipatif untuk keselamatan diri dan keluarga.
Cuaca Ekstrem Melanda Sumbawa, Ribuan Jiwa Terdampak
Banjir bandang, rob, tanah longsor, dan angin puting beliung mengguncang Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (23/01/2026). Dampak cuaca ekstrem ini dirasakan di 11 lokasi yang tersebar di 10 kecamatan, melibatkan ratusan kepala keluarga dan ribuan jiwa.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, daerah yang terdampak mencakup Desa Labuhan Bontong dan Desa Bantulanteh di Kecamatan Tarano, Desa Batu Bangka di Kecamatan Moyo Hilir, serta Dusun Nijang Bawah di Kecamatan Unter Iwes. Kecamatan lain yang ikut terdampak antara lain Labuhan Badas, Batulanteh, Maronge, Buer, Sumbawa, Empang, dan Rhee.
Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, membenarkan kondisi ini. Ia menyebut, curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama. “Banjir bandang di Desa Labuhan Bontong menggenangi lima dusun, berdampak pada 612 KK atau 1.567 jiwa,” kata Hidayat.
Dampak Bencana Dan Kerusakan Infrastruktur
Di beberapa lokasi, hujan lebat menimbulkan banjir hingga tanah longsor. Di Desa Bantulanteh, Kecamatan Tarano, longsor tebing sepanjang 18 meter dan pendangkalan sungai mencapai 1.000 meter. Sementara di Kecamatan Moyo Hilir, dua dusun terisolir akibat jalan desa yang tergenang.
Selain itu, angin kencang menyebabkan kerusakan atap tiga sekolah dan balai pertemuan desa di Desa Kelungkung. Di Dusun Sangoro A, Kecamatan Maronge, jembatan dan rumah warga rusak. Warga pun membuat jembatan darurat secara gotong royong untuk menghubungkan kembali akses ke desa mereka.
Kecamatan Sumbawa sendiri, tepatnya di kelurahan Pekat, Seketeng, Uma Sima, Lempeh, dan Brang Biji, juga terdampak tanah longsor. Tebing yang ambruk sepanjang 50 hingga 95 meter mengancam 55 KK atau 120 jiwa. Banjir di wilayah ini mencapai ketinggian 20–30 cm.
Baca Juga: Peringatan Darurat! Sirene Pintu Air 10 Tangerang Berbunyi, Sungai Cisadane Siaga 3
Upaya Penanganan Dan Evakuasi
BPBD Kabupaten Sumbawa telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen langsung ke lokasi terdampak. Mereka berkoordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.
Evakuasi mandiri dilakukan oleh warga ke tempat yang lebih aman. Namun, sebagian masyarakat tetap bertahan di rumah masing-masing sambil membersihkan bekas banjir. Hidayat menyebutkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik, air bersih, obat-obatan, dan bahan bangunan untuk perbaikan rumah dan jembatan darurat.
Tim BPBD juga memantau perkembangan cuaca secara terus-menerus. Penanganan segera diharapkan dapat meminimalisir risiko tambahan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan genangan air.
Imbauan Waspada Bagi Warga Sumbawa
Hidayat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Masyarakat disarankan menghindari lokasi rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Selain itu, warga diminta tidak mudah terpancing informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. Pemantauan melalui kanal resmi BMKG atau BPBD sangat penting agar langkah antisipatif dilakukan tepat waktu.
Kesiapsiagaan publik menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Penataan evakuasi, penyediaan logistik, dan pemantauan intensif diharapkan bisa mengurangi risiko kerugian jiwa maupun materiil.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com

