Puting beliung merusak sebuah SD di Tambora, Bima, Kegiatan belajar terganggu dan siswa terpaksa dievakuasi demi keselamatan.
Angin kencang yang datang tiba-tiba mengubah suasana belajar menjadi kepanikan. Atap beterbangan, ruang kelas rusak, dan aktivitas sekolah pun lumpuh seketika.
Peristiwa puting beliung yang menghantam sebuah SD di Tambora, Bima, menyisakan kekhawatiran sekaligus pertanyaan besar tentang kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana nasib para siswa setelah kejadian mencekam ini? Simak laporan lengkapnya di Siaga Bencana.
Puting Beliung Terjang Sekolah Dasar Di Tambora
Angin puting beliung melanda sebuah sekolah dasar di Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (13/1/2026). Kejadian ini berlangsung sangat cepat, namun dampaknya cukup mengejutkan seluruh warga sekolah.
Saat angin kencang datang, aktivitas belajar mengajar tengah berlangsung seperti biasa. Tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari luar, disusul terpaan angin yang semakin kuat hingga mengguncang bangunan sekolah.
Para guru berusaha tetap tenang sambil mengarahkan siswa agar segera mencari tempat perlindungan. Beberapa murid terlihat menangis ketakutan, sementara yang lain berusaha mengikuti instruksi untuk menyelamatkan diri.
Kepanikan Guru Dan Siswa Di Dalam Kelas
Saat angin mulai mengamuk, para guru langsung bergerak cepat. Mereka meminta para siswa berlindung di bawah meja dan menjauh dari jendela.
Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko tertimpa material bangunan yang mungkin runtuh. Namun, karena hembusan angin semakin kuat, sebagian siswa akhirnya diarahkan keluar menuju area yang lebih aman.
Kepanikan tak terhindarkan ketika beberapa bagian atap sekolah terdengar seperti hendak terlepas. Dalam kondisi seperti itu, naluri untuk menyelamatkan diri menjadi lebih dominan.
Para guru berupaya menjaga ketertiban agar siswa tidak saling dorong atau terpencar ke arah berbahaya. Keputusan untuk memindahkan murid ke titik aman dinilai sebagai langkah tepat.
Baca Juga: Akses Tarutung Sibolga Pulih, Perbaikan Jalan Terdampak Bencana Dikebut
Dampak Kerusakan Dan Kondisi Sekolah
Setelah angin mereda, kondisi bangunan sekolah mulai terlihat jelas. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan rangka penyangga.
Lembaran seng yang terlepas dan kayu yang bergeser membuat sebagian ruangan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar. Lokasi sekolah yang berada tidak jauh dari kawasan pantai membuatnya lebih rentan terhadap angin kencang.
Kondisi geografis ini diduga memperparah dampak puting beliung yang terjadi. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan fisik yang ditimbulkan cukup mengganggu aktivitas pendidikan.
Trauma Dan Harapan Pemulihan
Walau tidak ada siswa atau guru yang terluka, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam. Banyak anak masih terlihat ketakutan bahkan setelah keadaan kembali tenang.
Guru dan orang tua kini berupaya memberikan dukungan moral agar anak-anak bisa kembali merasa aman. Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan langkah pemulihan.
Harapannya, perbaikan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar dapat kembali normal. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan cuaca ekstrem.
Dengan persiapan yang lebih baik dan infrastruktur yang lebih kuat, risiko terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah dapat ditekan seminimal mungkin. Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana dan berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
-
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari pendidikan.id