Siaga Bencana

Cepat, Tepat, Selamat dari Risiko Bencana

Bencana Tanah Bergerak Di Pamekasan: Rumah Warga Hancur Terbelah

Bencana Tanah Bergerak Di Pamekasan: Rumah Warga Hancur Terbelah
Bagikan

Bencana tanah bergerak di Pamekasan membuat rumah warga retak dan terbelah, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga.

Bencana Tanah Bergerak Di Pamekasan: Rumah Warga Hancur Terbelah

alam kembali melanda Pamekasan. Tanah bergerak secara tiba-tiba menyebabkan sejumlah rumah warga retak hingga terbelah.

Warga kini dihantui ketakutan, sementara aparat dan relawan segera melakukan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan dan menilai kerusakan yang terjadi. Fenomena ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana tanah bergerak.

Tanah Bergerak Terjang Desa Sana Daya, Pamekasan

Fenomena tanah bergerak terjadi di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Jawa Timur, yang berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Dua dusun terdampak parah, yakni Dusun Barat Gunung dan Dusun Paseset Timur.

Akibat pergerakan tanah ini, sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, memaksa warga mengungsi untuk sementara waktu. Fenomena ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pihak berwenang mengenai risiko tanah bergerak di wilayah dengan kondisi tanah labil.

Penyebab Dan Dampak Pergerakan Tanah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menyebut hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor utama pemicu pergerakan tanah. Kondisi tanah yang labil di Desa Sana Daya memperparah risiko, sehingga pergerakan tanah berlangsung terus-menerus.

Di Dusun Barat Gunung, tercatat tiga rumah terdampak, termasuk rumah milik Moh Ali Hosnan yang mengalami retakan besar di dapur sepanjang 35 meter, lebar 15 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Sementara di Dusun Paseset Timur, dampaknya lebih parah.

Setidaknya 13 rumah rusak, dan total sepuluh rumah mengalami kerusakan berat. Sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Luas area terdampak mencapai 3.483 meter persegi. Kondisi ini membuat jalanan desa yang semula retak kini tertutup total dan tidak dapat dilewati kendaraan.

Baca Juga: ​Siaga Bencana! Bengkulu Kerahkan Alat Berat Hadapi Cuaca Ekstrem, Warga Wajib Tahu Ini!​

Upaya Penanganan BPBD

Upaya Penanganan BPBD 700

Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menekankan pentingnya evakuasi segera untuk warga terdampak. Kami minta masyarakat segera mengosongkan lokasi terdampak karena selain muncul retakan tanah, wilayah ini sangat rawan longsor bila hujan turun lagi, ujarnya.

Petugas BPBD bersama relawan melakukan pemetaan area terdampak dan menyiapkan lokasi pengungsian sementara. Warga diarahkan menjauhi wilayah rawan pergerakan tanah, dan BPBD juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi darurat untuk mengurangi risiko cedera atau kehilangan harta benda.

Pengawasan terus dilakukan, termasuk patroli rutin di lokasi rawan untuk memastikan tidak ada warga yang kembali sebelum area benar-benar aman.

Imbauan Dan Kesiapsiagaan Warga

BPBD Pamekasan menghimbau warga untuk selalu waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Jika muncul tanda-tanda retakan atau pergeseran tanah, masyarakat diminta segera melapor agar petugas bisa melakukan tindakan cepat.

Selain itu, edukasi tentang mitigasi bencana dan kesiapsiagaan rumah tangga sangat penting agar risiko kerugian bisa diminimalkan. Peristiwa tanah bergerak di Desa Sana Daya menjadi pengingat nyata bahwa wilayah dengan kondisi tanah labil membutuhkan perhatian serius.

Kesadaran warga, dukungan aparat, dan kesiapsiagaan berlapis menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana tanah bergerak.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari terukur.id