Evakuasi dramatis warga sakit di Lumajang dilakukan dengan tandu menyeberangi lahar Semeru demi menyelamatkan nyawa.
Di tengah ancaman lahar dingin Gunung Semeru, perjuangan menyelamatkan nyawa menjadi prioritas utama. Kondisi darurat memaksa warga dan relawan mengambil langkah berani demi memastikan seorang warga sakit bisa segera mendapatkan pertolongan medis.
Dengan keterbatasan akses dan medan yang berbahaya, proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu, menembus aliran lahar yang masih aktif. Peristiwa Siaga Bencana ini menjadi potret nyata ketangguhan, solidaritas, dan kepedulian masyarakat Lumajang di tengah bencana alam yang belum sepenuhnya mereda.
Evakuasi Dramatis Warga Sakit Di Tengah Ancaman Lahar Semeru
Bencana banjir lahar kembali menguji ketangguhan warga di sekitar Gunung Semeru. Minggu pagi (18/1/2026), seorang warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, terpaksa dievakuasi secara manual akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Warga bernama Gangsar itu harus ditandu melintasi derasnya aliran Sungai Regoyo demi mendapatkan pertolongan medis. Situasi darurat ini terjadi karena akses utama berupa jembatan limpas di wilayah tersebut tidak dapat dilalui.
Material lahar yang menumpuk membuat jembatan tertutup total, memutus jalur transportasi warga. Dalam kondisi mendesak, masyarakat bersama aparat desa akhirnya memilih jalur berisiko dengan menyeberangi aliran lahar demi menyelamatkan nyawa.
Jembatan Terputus, Warga Terpaksa Ambil Risiko
Menurut keterangan perangkat Desa Jugosari, Ali Murtopo, satu-satunya jalur yang biasa digunakan warga telah tertutup endapan material vulkanik. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak bisa melintas, sementara akses alternatif belum tersedia.
Warga yang sakit harus dievakuasi dengan cara ditandu karena jembatan tidak bisa digunakan. Jalurnya tertutup material lahar, ujar Ali. Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Beberapa warga bahu-membahu mengangkat tandu melewati aliran sungai yang masih mengalir deras.
Kondisi ini sangat berbahaya, mengingat banjir lahar dapat datang secara tiba-tiba, terutama setelah hujan turun di kawasan puncak Gunung Semeru. Meski penuh risiko, proses evakuasi tetap dilakukan demi menyelamatkan korban yang membutuhkan pertolongan segera.
Baca Juga: Bali Siaga! DPD RI Upayakan Mitigasi Krisis Air Dengan 10.000 Bibit Pohon Dari Kemenhut
Kondisi Korban Memburuk Saat Evakuasi
Dalam perjalanan menuju lokasi aman, kondisi Gangsar sempat mengalami penurunan drastis. Ia dilaporkan muntah-muntah dan sempat tidak sadarkan diri setelah berhasil menyeberangi aliran lahar.
Melihat kondisi tersebut, warga langsung mempercepat proses evakuasi agar korban segera mendapat penanganan medis. Setibanya di titik aman, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Setelah berhasil dievakuasi, kondisinya menurun. Langsung kami bawa ke rumah sakit agar segera ditangani dokter, jelas Ali. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata betapa sulitnya akses layanan kesehatan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya saat infrastruktur terdampak langsung oleh aktivitas vulkanik.
Warga Harap Perbaikan Akses Segera Dilakukan
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak erupsi Semeru. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap jembatan dan jalur vital yang tertimbun material lahar.
Akses yang terputus tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan warga saat terjadi kondisi darurat. Terlebih, musim hujan masih berlangsung dan ancaman banjir lahar susulan tetap ada.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas setempat. Jika terjadi hujan deras di kawasan hulu, warga diminta segera menjauhi sungai dan daerah rawan aliran lahar.
Peristiwa evakuasi ini menjadi pengingat bahwa solidaritas warga dan kesiapsiagaan bersama sangat dibutuhkan di wilayah rawan bencana. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama untuk menyelamatkan sesama.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.okezone.com