BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait bibit Siklon 96S yang terpantau di Samudra Hindia, berpotensi memicu cuaca ekstrem di Bali.
Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Gianyar, Bangli, dan Karangasem. Masyarakat diimbau waspada, terutama nelayan dan penduduk pesisir. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko evakuasi dan jalur tanggap darurat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
BMKG Ingatkan Bali Potensi Cuaca Ekstrem dari Siklon 96S
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali akibat deteksi bibit Siklon Tropis 96S yang berada di sekitar Samudra Hindia. Peringatan ini disampaikan agar masyarakat dan pemerintah daerah lebih waspada dalam menghadapi kemungkinan hujan lebat.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ngurah Rai, Dr. Made Suarta, menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut masih dalam tahap awal pembentukan, namun potensi untuk mempengaruhi cuaca di Bali cukup signifikan. “Kami terus memantau pergerakan bibit siklon 96S. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati, terutama yang berada di pesisir dan daerah rawan banjir,” kata Dr. Suarta, Selasa (14/1/2026).
Selain itu, BMKG juga mengingatkan nelayan dan pelaku aktivitas maritim untuk menunda perjalanan ke laut terbuka. Peringatan gelombang tinggi hingga 3-4 meter kemungkinan terjadi di beberapa wilayah pesisir Bali akibat gangguan cuaca dari bibit siklon tersebut.
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Bali
BMKG memprediksi, apabila bibit siklon 96S berkembang menjadi siklon tropis penuh, Bali akan menghadapi intensitas hujan tinggi yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan genangan di wilayah perkotaan. Wilayah Gianyar, Bangli, dan Karangasem masuk dalam kategori rawan terdampak cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau seluruh kepala desa dan kelurahan untuk menyiapkan posko tanggap darurat. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor sebaiknya mengantisipasi kemungkinan evakuasi,” ujar Dr. Suarta.
Selain dampak hujan lebat, potensi angin kencang yang mencapai 40–50 km/jam dapat merusak atap rumah, pohon, dan fasilitas publik. BMKG menyarankan masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, genset, dan logistik cadangan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Baca Juga: Empat Hari Diterjang Angin Kencang, Flores Timur Siaga Bencana
Langkah Antisipasi Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menginstruksikan seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiagaan. Tim BPBD dikerahkan ke titik-titik rawan banjir dan longsor dengan peralatan evakuasi siap pakai.
“Antisipasi dini sangat penting. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk update terkini dan menyiapkan jalur evakuasi serta posko pengungsian bagi masyarakat terdampak,” jelas Kepala BPBD Bali, I Ketut Suardana.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, media sosial, dan radio setempat. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan memperkecil risiko kerugian akibat cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
BMKG Pantau Perkembangan Siklon 96S Secara Intensif
BMKG menegaskan bahwa bibit siklon 96S masih dalam tahap awal dan dapat berubah arah atau melemah sewaktu-waktu. Tim ahli BMKG terus melakukan pemantauan melalui citra satelit, radar cuaca, dan alat pengukur tekanan udara di Samudra Hindia.
“Perkembangan siklon tropis sangat dinamis. Kami meminta masyarakat tetap mengikuti update resmi agar tidak panik dan mengambil langkah antisipasi yang tepat,” ujar Dr. Suarta.
Selain itu, BMKG juga akan mengeluarkan peringatan gelombang tinggi, hujan lebat, dan angin kencang secara berkala. Informasi ini diharapkan bisa membantu pemerintah daerah dan warga Bali untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem yang berasal dari bibit siklon 96S.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari bali.antaranews.com
- Gambar Kedua dari regional.kontan.co.id

