BMKG Balikpapan memperingatkan gelombang tinggi di pesisir Kaltim, berpotensi banjir rob dan merusak tambak warga.
Pesisir Kalimantan Timur di ambang bahaya! BMKG Balikpapan mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 3 meter awal Januari 2026. Fenomena ini berpotensi menyebabkan banjir rob, merusak tambak, dan mengganggu aktivitas warga. Masyarakat diimbau segera mengambil langkah antisipasi untuk menghindari kerugian lebih besar.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Ancaman Gelombang Tinggi di Pesisir Kalimantan Timur
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida, menjelaskan bahwa gelombang tinggi ini bukan hanya ancaman biasa. Dampaknya bisa sangat merusak, terutama bagi sektor perikanan dan permukiman di pesisir. Peringatan ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran kolektif.
Diyan juga menekankan bahwa pasang laut dapat memicu berbagai masalah serius. Mulai dari banjir rob yang merendam kawasan pesisir, hingga tambak-tambak yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat bisa rusak parah. Kerugian ekonomi dan sosial menjadi perhatian utama BMKG.
Oleh karena itu, Diyan mengimbau seluruh warga pesisir, khususnya para pengelola tambak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Persiapan dini sangat krusial untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi. Kesiapsiagaan adalah kunci menghadapi potensi bencana ini.
Wilayah Paling Terdampak, Muara Mahakam Dan Pulau Nubi
Salah satu wilayah yang diprediksi paling rentan adalah muara Sungai Mahakam, khususnya sekitar Pulau Nubi di Kabupaten Kutai Kartanegara. BMKG memperkirakan pasang tertinggi di sana dapat mencapai 2,8 meter. Puncak fenomena ini diperkirakan terjadi pada 4-5 Januari 2026, pukul 19.00 dan 20.00 Wita.
Di kawasan Pulau Nubi, terdapat banyak tambak udang dan kepiting yang merupakan mata pencarian utama warga. Gelombang tinggi ini berpotensi besar merendam dan merusak tambak-tambak tersebut, mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi para petambak.
Selain itu, beberapa kawasan di perairan Balikpapan juga akan merasakan dampak langsung. Area seperti Samboja, Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser juga memiliki banyak tambak aktif yang terancam.
Baca Juga: Tragedi Longsor Di Sumedang, 4 Korban Tewas Ditemukan
Potensi Gangguan Aktivitas Dan Kerusakan Infrastruktur
Lebih lanjut, Diyan Novrida menambahkan bahwa pasang laut bukan hanya mengancam tambak. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan juga berpotensi terganggu. Hal ini bisa berdampak pada kelancaran logistik dan distribusi barang di wilayah pesisir.
Bukan hanya itu, aktivitas sosial masyarakat di kawasan pesisir juga bisa terhambat. Bahkan, ada kekhawatiran air laut bisa masuk ke permukiman warga yang lokasinya berdekatan dengan pantai. Ini bisa membahayakan jiwa, terutama anak-anak yang bermain di pesisir.
BMKG terus memberikan peringatan dini untuk sejumlah kawasan pesisir lainnya. Misalnya, di muara Sungai Berau dan sekitarnya, pasang tertinggi 2,8 meter diperkirakan terjadi pada 6 Januari 2026 pukul 22.00 Wita. Semua pihak diminta tetap waspada.
Peringatan Meluas, Teluk Sangkulirang Juga Dalam Bahaya
Peringatan dini juga meluas hingga ke Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Di wilayah ini, prakiraan pasang tertinggi dapat mencapai 3 meter pada 4 Januari 2026, pukul 19.00 Wita. Ini menunjukkan skala ancaman yang cukup luas di Kaltim.
Dengan potensi dampak yang signifikan, BMKG berharap peringatan dini ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kesiapsiagaan dan langkah mitigasi yang cepat sangat diperlukan untuk melindungi aset dan nyawa.
Para petambak dan warga pesisir diimbau untuk memantau informasi terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Bersatu padu dalam kesiapsiagaan akan membantu menghadapi tantangan gelombang tinggi ini dengan lebih baik.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kemenkopmk.go.id
- Gambar Kedua dari sinaracehbaru.com

