Jembatan Selemadeg jebol akibat hujan deras! Longsor heboh di Tabanan, warga panik dan evakuasi darurat berlangsung.
Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu lalu memicu bencana serius di Selemadeg, Tabanan. Longsor besar terjadi dan jembatan utama jebol, menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Simak di Siaga Bencana kronologi lengkap kejadian dan dampak yang ditimbulkan di bawah ini!
Hujan Deras Picu Bencana Di Selemadeg, Tabanan
Intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kecamatan Selemadeg, Tabanan, sejak Minggu (22/2/2026) menimbulkan sejumlah bencana. Hujan yang terus-menerus membuat beberapa titik desa terkena dampak, termasuk jembatan yang jebol dan tanah longsor.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku khawatir, karena akses jalan utama dan alternatif menjadi terbatas. Banyak kendaraan, termasuk kendaraan logistik dan roda dua, kesulitan melewati jalur terdampak.
Pihak desa dan kecamatan segera meninjau lokasi untuk menilai kerusakan. Warga pun diminta tetap waspada, karena kondisi cuaca yang masih tidak menentu berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.
Jembatan Antap Jebol Untuk Ketiga Kalinya
Perbekel Desa Antap, I Ketut Wastika, menjelaskan bahwa jembatan sepanjang sekitar 30 meter jebol pada salah satu ruasnya pada Senin (23/2/2026). Kerusakan ini dipicu oleh meluapnya air Sungai Yeh Otan akibat hujan deras.
Menurut Wastika, ini merupakan kejadian ketiga. Sebelumnya, jembatan pernah putus total dan mengalami kerusakan lubang menganga. Setiap kali hujan deras, warga harus mencari jalur alternatif karena jembatan menjadi tidak bisa dilalui.
Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur alternatif yang menghubungkan dua banjar bahkan dua kecamatan. Ketika jalur Denpasar-Gilimanuk macet, warga memanfaatkan jembatan ini untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
Baca Juga: BMKG Ingatkan! Masyarakat Kaltim Akan Potensi Hujan Lebat
Langkah Pencegahan Dan Koordinasi Perbaikan
Pihak desa sudah melaporkan kerusakan jembatan ke camat agar diteruskan ke dinas terkait. Wastika menegaskan bahwa perbaikan jembatan harus segera dilakukan karena akses ini sangat vital bagi masyarakat dan pengendara.
Sebagai langkah pencegahan, desa memasang plang peringatan dan menutup kedua ujung jembatan dengan kayu. Hal ini dilakukan agar pengendara tidak nekat melintas di jembatan yang rusak dan berisiko ambruk.
Koordinasi dengan aparat keamanan pun dilakukan untuk memastikan keselamatan warga. Warga diminta menunggu perbaikan selesai sebelum kembali menggunakan jalur jembatan alternatif ini.
Longsor Tutup Jalur Bajera-Wanagiri
Selain jembatan yang jebol, longsor terjadi di Banjar Dinas Kikian, Desa Pupuan Sawah, menutup jalur Bajera-Wanagiri. Tanah kebun milik warga longsor dan menutupi seluruh badan jalan, menghambat aktivitas warga dan kendaraan.
Kawil Banjar Dinas Kikian, I Wayan Juliadi, menyatakan longsor terjadi dini hari dan laporan diterima sekitar pukul 06.00 Wita. Kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jalur darurat yang dibuat warga secara sementara.
Material longsor dibersihkan secara manual oleh warga, camat, perbekel, Babinkamtibmas, dan Babinsa. Dalam waktu sekitar 2,5 jam, jalan sudah bisa dilewati kembali, meskipun warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
Waspada Longsor Susulan Dan Dampak Bencana
Meski jalur sudah bisa dilewati, kondisi tanah yang masih labil membuat potensi longsor susulan tetap tinggi. Cuaca yang tak menentu menuntut kewaspadaan ekstra bagi warga yang melintas di jalur terdampak.
Bencana ini sempat menimbulkan kepanikan sementara di masyarakat. Aktivitas transportasi, distribusi logistik, dan kegiatan sehari-hari warga sempat terganggu karena akses jalan terputus.
Koordinasi antara aparat desa, camat, Babinsa, dan Babinkamtibmas menjadi kunci kelancaran evakuasi dan pembersihan. Warga diimbau selalu mengikuti himbauan resmi agar tetap aman selama kondisi darurat berlangsung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com
