Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana pada Senin sore (27/4/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah.
Air sungai yang meluap masuk ke permukiman warga dan menyebabkan puluhan rumah terendam. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan sejumlah kerugian dilaporkan, mulai dari rumah terendam hingga kendaraan dan ternak yang ikut terdampak. Petugas kini masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi banjir. Simak selengkapnya hanya di Siaga Bencana.
Puluhan Rumah Warga Terdampak
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin sore (27/4/2026) menyebabkan sejumlah wilayah kembali dilanda banjir. Curah hujan yang berlangsung cukup lama membuat beberapa aliran sungai tidak mampu menampung debit air, hingga akhirnya meluap ke kawasan permukiman warga.
Wilayah yang paling terdampak berada di Banjar Tirta Kusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya. Di lokasi tersebut, sedikitnya 18 rumah warga terendam air dengan ketinggian yang mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh sementara dan sejumlah keluarga terpaksa tetap siaga di rumah masing-masing.
Selain rumah warga, banjir juga merendam area kebun milik penduduk di sekitar permukiman. Air datang secara tiba-tiba pada sore hari, sehingga sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Perabotan rumah tangga hingga perlengkapan elektronik dilaporkan ikut terendam.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Luapan Sungai Jadi Penyebab Utama Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana menyebutkan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama. Kondisi ini menyebabkan beberapa sungai utama di Jembrana meluap dan tidak mampu menampung debit air yang meningkat secara drastis.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, menjelaskan bahwa aliran air kemudian masuk ke permukiman warga yang berada di wilayah pesisir dan dataran rendah. Kondisi geografis ini membuat daerah tersebut menjadi lebih rentan terhadap genangan saat hujan ekstrem terjadi.
Ia juga menambahkan bahwa karakter tanah di wilayah Candikusuma yang didominasi pasir pantai dengan daya serap rendah menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir. Akibatnya, air lebih lama bertahan di permukaan dan sulit mengalir kembali ke laut.
Baca Juga: Panik Di Jakarta Timur! 72 Siswa Keracunan MBG, BGN Akui Dugaan Penyebabnya
Motor Dan Ternak Warga Sempat Terseret Arus
Dampak banjir tidak hanya dirasakan pada rumah warga, tetapi juga menimbulkan kerugian lain di beberapa titik wilayah terdampak. Di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, luapan Sungai Sarikuning sempat mencapai area setra atau kuburan adat, yang membuat warga sempat panik.
Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, mengungkapkan bahwa dua ekor sapi milik warga sempat terbawa arus banjir akibat derasnya aliran air. Meski demikian, kedua hewan ternak tersebut berhasil ditemukan kembali dalam kondisi selamat setelah air mulai surut.
Di lokasi lain, yakni Desa Nusasari, seorang pengendara sepeda motor juga sempat terseret arus banjir saat melintasi jalan yang tergenang. Beruntung, pengendara tersebut berhasil menyelamatkan diri bersama kendaraannya dan tidak mengalami luka serius dalam kejadian tersebut.
BPBD Lakukan Penanganan
Pasca-kejadian banjir, BPBD Jembrana langsung bergerak melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman. Petugas juga melakukan koordinasi dengan aparat desa dan instansi terkait guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
Pada Selasa siang (28/4/2026), air di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut. Namun demikian, warga tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi dan memicu genangan kembali di wilayah yang sama.
Sebagai langkah jangka panjang, BPBD berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum serta pemerintah desa untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan terdampak. Perbaikan ini diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari biz.kompas.com
- Gambar Kedua dari detik.com


