Sebanyak 43 rumah warga di OKU terendam banjir setelah hujan dengan durasi lama mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak Selasa malam berlangsung dalam durasi lama tanpa jeda, sehingga membuat sejumlah aliran air dan drainase tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga di beberapa titik, terutama di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat, dengan ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter. Simak selengkapnya hanya di Siaga Bencana.
Hujan Berjam-jam Picu Banjir, 43 Rumah Di OKU Terendam Air
Sebanyak 43 rumah warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4/2026) dan membuat sejumlah permukiman di dua kecamatan tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Banjir tersebut dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga lebat yang turun sejak Selasa malam dan berlangsung hingga keesokan harinya tanpa jeda berarti.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU menyebutkan bahwa hujan disertai petir menjadi faktor utama meningkatnya volume air di sejumlah wilayah terdampak. Kondisi ini menyebabkan saluran air dan sungai di sekitar permukiman tidak mampu menampung debit air yang terus bertambah. Akibatnya, air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga yang berada di daerah rendah, terutama di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat.
Meski banjir sempat mengganggu aktivitas warga, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, puluhan kepala keluarga terdampak harus menghadapi genangan air yang masuk ke dalam rumah mereka. Pemerintah daerah bersama aparat terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk pendataan warga dan pemantauan kondisi sungai yang masih berpotensi naik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Dua Kecamatan Terdampak, Ratusan Warga Tergenang
Banjir yang terjadi di OKU tidak merata di seluruh wilayah, namun terkonsentrasi di beberapa titik permukiman. Tercatat, wilayah terdampak berada di dua kecamatan utama, yaitu Baturaja Timur dan Baturaja Barat. Di Baturaja Timur, beberapa kelurahan dan desa seperti Pasar Baru, Baturaja Lama, Desa Terusan, dan Desa Tanjung Baru mengalami genangan cukup signifikan. Sementara di Baturaja Barat, Kelurahan Tanjung Agung juga turut terdampak banjir.
Secara keseluruhan, BPBD OKU mencatat sebanyak 43 unit rumah terdampak dengan jumlah 43 kepala keluarga atau sekitar 187 jiwa. Ketinggian air bervariasi mulai dari 10 hingga 80 sentimeter, tergantung kondisi geografis masing-masing lokasi. Di beberapa titik, air bahkan masuk hingga ke dalam rumah warga sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan memaksa warga untuk lebih waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Meski demikian, tidak ditemukan adanya kerusakan berat pada bangunan rumah maupun fasilitas umum. Sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur lainnya dilaporkan masih dalam kondisi aman. Hal ini sedikit meringankan beban warga yang terdampak, meskipun mereka tetap harus menghadapi genangan air yang belum sepenuhnya surut dalam waktu singkat.
Baca Juga: Tidak Main-Main! PBNU Soroti Dugaan Makar, Isu Ini Langsung Jadi Sorotan Tajam Publik
BPBD Turun Tangan, Evakuasi Dan Pemantauan Dilakukan
Menanggapi kejadian ini, BPBD OKU bersama TNI, Polri, serta perangkat kecamatan dan kelurahan segera turun ke lokasi terdampak. Mereka melakukan upaya evakuasi warga, pendataan rumah yang tergenang, serta pemantauan kondisi air di sungai sekitar. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih besar apabila curah hujan kembali meningkat dalam waktu dekat.
Selain evakuasi, petugas juga memantau kondisi Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap yang berada di sekitar wilayah terdampak. Kedua sungai tersebut menjadi fokus utama pengawasan karena memiliki potensi meluap jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam melalui pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BPBD OKU.
Pemerintah daerah juga mulai menyalurkan informasi peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diminta untuk selalu siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan genangan. BPBD menegaskan bahwa kondisi cuaca masih berpotensi berubah, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi situasi ini.
Warga Diminta Waspada, Bantuan Logistik Jadi Prioritas
Hingga laporan terakhir, kondisi banjir di sejumlah titik di OKU belum sepenuhnya surut. Air masih menggenangi beberapa permukiman, meskipun sebagian wilayah mulai menunjukkan penurunan ketinggian air secara perlahan. Warga yang terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari selama masa darurat.
BPBD OKU menegaskan bahwa kebutuhan logistik menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan ke lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan agar warga tidak mengalami kesulitan yang lebih berat selama banjir masih berlangsung.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. Pemantauan cuaca dan debit air sungai terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Pemerintah juga meminta warga untuk segera melapor jika terjadi peningkatan ketinggian air di sekitar tempat tinggal mereka, guna mempercepat respons penanganan di lapangan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com



