BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di beberapa wilayah Kaltim, warga diminta waspada dan siapkan antisipasi banjir.
BMKG mengingatkan masyarakat di Kalimantan Timur untuk waspada terhadap potensi hujan lebat yang diprediksi mengguyur beberapa wilayah. Peringatan dini ini penting agar warga dapat menyiapkan langkah antisipasi, termasuk menghadapi kemungkinan banjir dan genangan air.
Simak di Siaga Bencana informasi lengkap wilayah terdampak, durasi hujan, dan tips aman dari BMKG agar tetap terlindungi selama cuaca ekstrem berlangsung.
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat Di Kaltim
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang akan melanda Kalimantan Timur (Kaltim) selama tiga hari ke depan. Peringatan ini muncul setelah sejumlah titik di Samarinda mengalami banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu dini hari, 21 Februari 2026.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menyampaikan bahwa hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan mengguyur wilayah Kaltim pada periode Minggu hingga Selasa, 22-24 Februari 2026.
Peringatan ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan agar dapat mempersiapkan langkah antisipatif terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, termasuk banjir dan kerusakan infrastruktur.
Dampak Banjir Di Samarinda
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat telah mengguyur Kota Samarinda sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, 19 titik genangan banjir melumpuhkan ruas jalan di wilayah Samarinda Utara, Samarinda Ulu, dan Samarinda Ilir.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa ketinggian air di Perumahan Rapak Binuang, Kelurahan Sempaja Selatan, hampir mencapai satu meter. Curah hujan tercatat sekitar 74 milimeter.
Warga yang hendak beraktivitas disarankan untuk mencari jalur alternatif agar terhindar dari kemacetan dan risiko kerusakan kendaraan akibat banjir. Antisipasi dini diharapkan meminimalkan gangguan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Banjir Belum Surut, 18 RT di Jakarta Timur dan Barat Terendam
Waspada Dampak Hujan Lebat
BMKG meminta pemangku kepentingan dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya akibat hujan lebat. Ancaman yang perlu diperhatikan antara lain banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Selain itu, hujan lebat kemungkinan disertai angin kencang yang dapat menimbulkan risiko tambahan pada infrastruktur dan keselamatan warga. Peringatan dini ini menjadi instruksi penting untuk mengurangi potensi kerugian.
Masyarakat diimbau menyiapkan lokasi evakuasi aman, mengamankan barang berharga, serta memperhatikan instalasi listrik agar tetap terlindungi dari bahaya.
Prakiraan Cuaca 21-28 Februari 2026
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, Riza Arian, memaparkan bahwa prakiraan cuaca periode 21-28 Februari 2026 menunjukkan curah hujan kategori menengah di sebagian besar wilayah Kaltim, antara 50 hingga 150 mm. Peluang hujan diperkirakan lebih dari 90 persen.
Sementara itu, Kabupaten Berau diprediksi mengalami curah hujan tinggi, yaitu antara 150 hingga 300 mm, dengan peluang hujan lebih dari 40 persen. Wilayah barat Kabupaten Berau diperkirakan menerima intensitas curah hujan 150-200 mm.
Peningkatan hujan signifikan ini dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan kuat, sehingga mempercepat pembentukan awan konvektif di wilayah Kaltim.
Imbauan Dan Antisipasi Masyarakat
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di daerah rawan banjir. Warga disarankan memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah, mengamankan barang penting, serta mempersiapkan lokasi evakuasi jika air meningkat.
Selain itu, pemangku kepentingan diharapkan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalkan risiko kerusakan fasilitas publik dan infrastruktur transportasi.
Kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir dan bencana lainnya. Sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menghadapi potensi hujan lebat yang melanda wilayah Kalimantan Timur.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari metrotvnews.com
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com



