Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Januari 2026.
Peringatan ini berlaku untuk sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk daerah pesisir dan pegunungan yang rawan terdampak hujan lebat, angin kencang, dan petir. BMKG menyatakan kondisi atmosfer saat ini cukup dinamis, dengan pola angin dan kelembapan tinggi yang dapat memicu terbentuknya awan hujan lebat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan agar risiko bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Wilayah Rawan Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG mengungkapkan beberapa wilayah di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Wilayah pesisir diminta mewaspadai gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan nelayan dan pelayaran.
Sementara itu, daerah perbukitan dan pegunungan berisiko mengalami tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di lokasi rawan longsor hingga cuaca kembali normal.
Kondisi ini diprediksi berlangsung selama dua hari, 28–29 Januari, sehingga warga diharapkan selalu memantau informasi cuaca terkini. Kecepatan respons terhadap peringatan dini dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kerugian material.
Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem
Menurut BMKG, cuaca ekstrem kali ini dipicu oleh aktifnya sistem konvergensi angin serta tingginya kandungan uap air di atmosfer. Kondisi ini mempercepat pembentukan awan hujan intens yang berpotensi menurunkan hujan lebat dalam waktu singkat.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di beberapa wilayah Indonesia memperkuat pembentukan awan konvektif. Hal ini menyebabkan potensi hujan disertai petir dan angin kencang meningkat, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG menekankan bahwa fenomena cuaca ekstrem merupakan hal yang wajar pada musim hujan, namun dampaknya dapat diminimalkan jika masyarakat dan pemerintah melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Samudra Hindia Akhir Januari 2026
Imbauan Untuk Warga dan Nelayan
BMKG mengimbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor. Jangan berteduh di bawah pohon besar atau bangunan rapuh saat hujan disertai petir.
Bagi nelayan dan pelaku transportasi laut, BMKG menyarankan untuk menunda pelayaran jika gelombang tinggi dan angin kencang diprediksi. Selalu gunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan koordinasi dengan pihak berwenang.
Selain itu, masyarakat diminta aktif mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui media sosial, aplikasi cuaca, dan kanal berita terpercaya. Hal ini mencegah warga terjebak informasi keliru atau hoaks mengenai kondisi cuaca.
Kesiapsiagaan Pemerintah dan Upaya Pencegahan
Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Koordinasi antara BPBD, aparat keamanan, dan relawan menjadi kunci untuk merespons cepat jika terjadi bencana.
Langkah antisipatif juga mencakup pembersihan saluran air, penguatan tanggul, dan monitoring lokasi rawan banjir. Masyarakat diminta melaporkan kondisi darurat atau genangan air agar tindakan cepat dapat dilakukan.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, dampak cuaca ekstrem 28–29 Januari 2026 diharapkan dapat diminimalkan. Kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama menjaga keselamatan warga dan fasilitas publik.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari DEtik.com
- Gambar Kedua dari Kompas.com



