Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Pemkab Kediri menyiagakan seluruh wilayah menghadapi banjir dan longsor.
Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemkab Kediri fokus antisipasi bencana alam. Bupati Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh jajaran, terutama BPBD, meningkatkan kewaspadaan demi keamanan warga dan kelancaran arus lalu lintas selama liburan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Ancaman Bencana di Tengah Kegembiraan Nataru
Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, secara proaktif telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk tetap siaga penuh. Langkah ini krusial mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi kemunculan siklon tropis menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Prioritas utama adalah keselamatan warga.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyoroti kondisi cuaca ekstrem ini. Beliau menekankan pentingnya antisipasi dini terhadap berbagai potensi bencana. “Kalaksa BPBD tolong diantisipasi potensi-potensi bencana yang terjadi,” ujarnya usai rapat koordinasi persiapan Nataru di Kediri.
Antisipasi ini bukan hanya sekadar imbauan, melainkan instruksi untuk mengurangi risiko bencana banjir, termasuk genangan air di jalanan. Genangan tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Puncak arus lalu lintas diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025.
Pemetaan Wilayah Rawan Dan Peringatan Dini Untuk Masyarakat
Bupati Hanindhito juga telah menginstruksikan para camat di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Perintahnya adalah untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, kewaspadaan harus ditingkatkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menjelaskan adanya beberapa wilayah yang berpotensi tinggi bencana. Daerah-daerah ini umumnya berada di lereng Gunung Wilis. Pemetaan wilayah telah dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan.
“Ada beberapa daerah seperti di Kecamatan Tarokan, Banyakan, dan Grogol cenderung berpotensi banjir. Sementara Kecamatan Mojo berpotensi terjadi longsor,” ungkapnya. Pemkab juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi lainnya, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Baca Juga: Waspada! Bibit Siklon Tropis Grant Muncul di Selatan Lampung
Membangun Kekuatan Komunitas
Tidak berhenti pada pemetaan dan imbauan, Pemerintah Kabupaten Kediri juga aktif membentuk tim siaga bencana di tingkat desa. Fokus utamanya adalah desa-desa yang memiliki tingkat potensi bencana tinggi. Inisiatif ini bertujuan membangun ketahanan dari level paling dasar.
Desa siaga bencana ini tersebar di seluruh wilayah kabupaten, melibatkan seluruh komponen masyarakat. Partisipasi aktif warga diharapkan mampu menciptakan respons yang lebih cepat dan efektif jika terjadi bencana. Mereka menjadi garda terdepan penanganan darurat.
Stefanus Djoko Sukrisno menyebutkan bahwa di Kabupaten Kediri, sudah terbentuk sekitar 80 tim siaga bencana di desa. Pembentukan ini didasari pada upaya melindungi masyarakat dari berbagai risiko bencana, dengan memanfaatkan potensi alam dan sumber daya lokal yang tersedia.
Peningkatan Kewaspadaan Kolektif
BPBD Kabupaten Kediri terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat ini. Imbauan ini sangat ditekankan kepada warga yang bermukim di bantaran sungai atau di area perbukitan. Mereka adalah kelompok paling rentan terdampak.
Selain potensi banjir dan longsor, ancaman lain seperti pohon tumbang juga perlu diwaspadai. Hujan deras dengan angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang, yang berpotensi membahayakan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, langkah pencegahan sangat penting.
“Mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kediri pada saat cuaca hujan deras, yang berada di area perbukitan, untuk waspada,” pungkas Stefanus. Keselamatan bersama adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijaga selama periode Nataru yang penuh tantangan ini.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari kediritangguh.co
