PWI Gresik melaksanakan penanaman pohon produktif untuk mitigasi banjir dan pelestarian lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.
PWI Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen pelestarian lingkungan melalui penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Senin (2/2/2026). Aksi ini membuktikan peran insan pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu mengatasi banjir dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah rawan Sungai Kali Lamong.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
PWI Gresik Bergerak, Aksi Nyata Dalam Pelestarian Lingkungan
PWI Kabupaten Gresik secara aktif terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan dengan menanam 400 pohon produktif. Aksi ini diselenggarakan pada Senin, 2 Februari 2026, di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. Penanaman pohon ini merupakan agenda tahunan PWI Gresik dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN).
Kegiatan bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini bukan hanya sekadar seremoni. Jenis pohon yang ditanam, seperti mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat, dipilih karena sifatnya yang produktif. Pemilihan ini bertujuan untuk memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat sekitar.
Ketua PWI Gresik, Deni Ali Setiono, menjelaskan penanaman pohon sebagai bentuk tanggung jawab insan pers terhadap lingkungan. “Insan pers tidak hanya menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga harus hadir dengan aksi nyata menjaga lingkungan dan keberlanjutan hidup,” ujarnya. Komitmen ini menegaskan peran pers sebagai agen perubahan positif di masyarakat.
Mitigasi Banjir Dan Ketahanan Pangan
Desa Jono dipilih sebagai lokasi penanaman karena letaknya yang strategis di kawasan bantaran Kali Lamong. Wilayah ini dikenal sebagai daerah langganan banjir akibat luapan sungai. Dengan penanaman pohon di sepanjang aliran sungai, diharapkan dapat memperkuat tanggul alami dan meminimalkan risiko kerusakan akibat banjir.
Kepala Desa Jono, Asrun, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa hampir tiga perempat wilayah desanya dikelilingi oleh Kali Lamong. Asrun berharap, keberadaan pohon-pohon ini dapat membantu mencegah jebolnya tanggul yang pernah menyebabkan pemukiman tergenang hingga dua minggu dan melumpuhkan aktivitas warga.
Selain mitigasi bencana banjir, penanaman pohon produktif juga mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Pohon-pohon buah yang ditanam diharapkan dapat memberikan hasil panen di masa depan, yang tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi warga tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal.
Baca Juga: Darurat Banjir! Jalan Lintas Muara Enim Buka Tutup, 174 Jiwa Terjebak
Dukungan Penuh Dari Pemerintah Daerah Dan Berbagai Pihak
Aksi PWI Gresik ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman. Menurutnya, kegiatan ini sangat selaras dengan program prioritas daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, khususnya dalam penanggulangan banjir Kali Lamong dan pelestarian lingkungan.
“PWI Gresik konsisten melakukan penanaman pohon setiap tahun. Ini bentuk dukungan nyata terhadap kesinambungan lingkungan,” ujar Washil. Beliau juga menyoroti pentingnya penghijauan di Gresik yang semakin berkembang menjadi kawasan industri, dengan sekitar 5.000 hektare wilayah perkotaan.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi lintas sektor yang kuat. Berbagai pihak terlibat, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Cerme, Pemerintah Desa Jono, hingga dukungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, dan banyak lainnya. Kehadiran unsur Forkopimcam Cerme dan perwakilan perusahaan juga menegaskan sinergi semua pihak.
Sinergi Untuk Masa Depan
Melalui aksi hijau ini, PWI Gresik kembali menegaskan peran penting pers yang melampaui fungsi informasi. Pers menjadi mitra strategis pembangunan daerah, yang secara aktif berkontribusi dalam menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi risiko bencana secara berkelanjutan.
Kontribusi nyata seperti penanaman pohon ini menunjukkan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Mereka tidak hanya mengabarkan berita, tetapi juga ikut serta dalam menciptakan solusi konkret untuk masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari jurnalisme yang berpihak pada keberlanjutan.
Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak membuktikan bahwa isu lingkungan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pers, pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan lingkungan yang lestari dan masyarakat yang tangguh.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari infopublik.id
- Gambar Kedua dari radarindonesiaonline.com
