Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang patut diwaspadai masyarakat Sulawesi.
Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah mulai malam ini.
Berikut ini, Siaga Bencana akan memberikan peringatan penting untuk diperhatikan guna meminimalisir risiko dan dampak negatif yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Peringatan Dini BMKG, Ancaman Hujan Lebat Dan Angin Kencang
BMKG Wilayah IV Makassar secara resmi merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Barru hingga Parepare di Sulawesi Selatan. Fenomena cuaca ini berpotensi terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat, dan tidak menutup kemungkinan akan disertai kilat/petir serta angin kencang. Kondisi ini diprediksi akan dimulai pada pukul 22:10 Wita pada hari Selasa, 20 Januari 2026.
Peringatan ini menunjukkan bahwa masyarakat di area tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat dapat memicu banjir dan tanah longsor, sementara angin kencang berisiko merusak infrastruktur dan membahayakan keselamatan. BMKG Sulsel menegaskan bahwa kondisi ekstrem ini diperkirakan dapat berlangsung hingga pukul 00:10 Wita.
Perkiraan cuaca ini didasarkan pada analisis data meteorologi terkini oleh BMKG. Informasi akurat dan cepat tanggap dari BMKG sangat vital untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana alam.
Wilayah Terdampak Awal, Barru, Sidrap, Pinrang, Dan Parepare
Beberapa kabupaten dan kota di Sulsel diprediksi akan menjadi wilayah terdampak utama dari cuaca ekstrem ini. Kabupaten Barru, khususnya di kecamatan Mallusetasi dan Pujananting, menjadi salah satu fokus peringatan. Warga di area ini diimbau untuk bersiap menghadapi curah hujan tinggi.
Kabupaten Sidrap juga tidak luput dari daftar wilayah terdampak, meliputi kecamatan Panca Lautan, Tellu Limpoe, Watang Pulu, Baranti, Panca Rijang, Kulo, Maritengngae, dan Watang Sidenreng. Di Kabupaten Pinrang, kecamatan Matirro Sompe, Suppa, Mattiro Bulu, Watang Sawito, Patampanua, Duampanua, Cempa, Tiroang, Lansirang, dan Paleteang juga masuk dalam daftar waspada.
Kota Parepare, dengan kecamatan Bacukiki, Ujung, Soreang, dan Bacukiki Barat, juga berada dalam jangkauan peringatan dini. Masyarakat di area perkotaan ini perlu mewaspadai potensi genangan air atau banjir. Kesiapan drainase dan infrastruktur kota menjadi penting untuk menghadapi cuaca ekstrem ini.
Baca Juga: Hujan Lebat Hingga Longsor Mengancam, Warga Cianjur Diminta Waspada
Potensi Perluasan Dampak, Hingga Ke Luwu Timur Dan Sekitarnya
BMKG menggarisbawahi bahwa kondisi cuaca ekstrem ini tidak hanya terbatas pada wilayah-wilayah yang disebutkan sebelumnya, melainkan berpotensi meluas ke daerah lain. Salah satu wilayah yang diwaspadai adalah Kabupaten Luwu Timur, khususnya di kecamatan Towuti dan sekitarnya. Perluasan ini menunjukkan cakupan dampak yang lebih luas.
Kabupaten Wajo juga berpotensi terdampak, mencakup Danau Tempe, Sabangparu, Pammana, Majauleng, Tempe, Belawa, Tanasitolo, Maniangpajo, dan Gilireng. Sementara itu, di Kabupaten Barru, kecamatan Barru, Soppeng Riaja, dan Balusu juga diperkirakan akan mengalami dampak serupa.
Selain itu, potensi perluasan juga mencakup Kabupaten Soppeng (Liliraja, Lilirilau, Lalabata, Marioriawa, Donri Donri, Ganra), Kabupaten Sidenreng Rappang (Dua Pitue, Pitu Riawa, Pitu Raise), Kabupaten Pinrang (Lembang, Batu Lappa), dan Kabupaten Enrekang (Maiwa, Enrekang, Cendana). Masyarakat di seluruh wilayah ini diminta untuk tetap siaga.
Langkah Antisipasi Dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Mengingat peringatan dini dari BMKG, penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi. Siapkan diri dengan memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi. Hindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama saat hujan lebat dan angin kencang melanda.
Periksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar, pastikan saluran air tidak tersumbat untuk mencegah genangan. Amankan benda-benda yang mudah terbang terbawa angin. Bagi yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor, persiapkan rencana evakuasi jika sewaktu-waktu diperlukan.
Keselamatan adalah prioritas utama. Selalu ikuti arahan dari pihak berwenang dan instansi terkait. Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan dampak negatif dari cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir. Informasi ini juga dapat diteruskan kepada keluarga dan kerabat di wilayah terdampak.
Pastikan Anda selalu terupdate dengan berita Siaga Bencana serta informasi penting yang memperluas pengetahuan.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari pandeglangnews.co.id

