DPD RI meminta Kemenhut mengirim 10.000 bibit pohon ke Bali sebagai langkah mitigasi bencana dan manfaat penghijauan bagi lingkungan Bali.
Upaya mitigasi bencana kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya ancaman bencana alam di berbagai daerah, termasuk Bali. Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) secara resmi meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mengirimkan 10.000 bibit pohon ke Bali sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan dan menekan risiko bencana.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Latar Belakang Permintaan DPD RI
DPD RI menilai kondisi lingkungan di Bali perlu mendapatkan perhatian serius. Meskipun dikenal sebagai destinasi wisata dunia, Bali menghadapi tekanan lingkungan akibat pembangunan yang masif dan berkurangnya ruang hijau.
Alih fungsi lahan di kawasan hulu sungai dan perbukitan meningkatkan potensi bencana seperti longsor dan banjir bandang, terutama saat musim hujan. Situasi ini mendorong DPD RI untuk mengambil langkah preventif melalui pendekatan ekologis.
Permintaan pengiriman 10.000 bibit pohon kepada Kemenhut menjadi bagian dari komitmen DPD RI dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan di daerah rawan.
Peran Kemenhut dalam Mitigasi Bencana
Kementerian Kehutanan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan. Pengiriman bibit pohon ke Bali dinilai sejalan dengan program nasional pemulihan lingkungan.
Bibit pohon yang dikirim nantinya akan ditanam di kawasan-kawasan kritis seperti daerah aliran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah yang mengalami degradasi lingkungan. Jenis pohon yang dipilih biasanya disesuaikan dengan karakteristik lokal.
DPD RI berharap Kemenhut dapat mendukung penuh program ini agar mitigasi bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Nur Rela Hibahkan 7.500 Meter Tanah Untuk Bangun Kembali Sekolah Terdampak Bencana
Manfaat Penanaman 10.000 Bibit Pohon
Penanaman 10.000 bibit pohon diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan Bali. Pohon berfungsi sebagai penahan tanah alami yang mampu mengurangi risiko longsor.
Selain itu, pohon juga berperan penting dalam menyerap air hujan sehingga dapat mengurangi potensi banjir dan menjaga ketersediaan air tanah. Manfaat ini sangat krusial bagi Bali yang bergantung pada sumber air alami.
Dari sisi ekologi, penanaman pohon membantu menjaga keanekaragaman hayati serta meningkatkan kualitas udara, yang pada akhirnya berdampak positif bagi kesehatan masyarakat dan sektor pariwisata.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Keberhasilan program pengiriman dan penanaman bibit pohon tidak lepas dari peran pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Bali diharapkan dapat menyiapkan lahan dan memastikan program berjalan sesuai rencana.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam. Tanpa partisipasi aktif warga, upaya mitigasi bencana melalui penghijauan tidak akan berjalan optimal.
DPD RI mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar program penghijauan ini memberikan dampak jangka panjang bagi Bali.
Upaya Jangka Panjang Hadapi Ancaman Bencana
Mitigasi bencana tidak bisa dilakukan secara instan. Penanaman pohon merupakan investasi lingkungan yang hasilnya baru akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang.
DPD RI menegaskan bahwa pengiriman 10.000 bibit pohon hanyalah langkah awal. Ke depan, diperlukan kebijakan yang konsisten untuk melindungi kawasan hijau dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Dengan sinergi semua pihak, Bali diharapkan mampu menghadapi ancaman bencana alam dengan lebih siap, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Info Nasional
- Gambar Kedua dari MCINews