Musibah banjir kembali melanda wilayah Sekotong, Lombok Barat, pada Selasa malam (13/1/2026), merendam rumah warga dan menelan korban jiwa.
Air bah yang datang secara tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan parah dan menimbulkan kerugian besar bagi warga setempat. Insiden tragis ini juga merenggut nyawa seorang lansia, menambah duka di tengah upaya penanganan bencana.
Berikut ini, Siaga Bencana akan menyoroti kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi dan urgensi langkah mitigasi yang lebih efektif.
Momen Mencekam Di Dusun Pengantap
Banjir bandang melanda Dusun Pengantap, sebuah wilayah di bawah administrasi Kepala Desa Persiapan Pengantap, dengan kekuatan yang tak terduga. Sebuah rekaman video berdurasi 1 menit 11 detik yang diperoleh detikBali dari petugas Pusdalop NTB, Dedeik, menunjukkan betapa dahsyatnya terjangan air. Video tersebut mengabadikan detik-detik mengerikan ketika air bah menyeret berbagai objek di jalannya.
Dalam tayangan video tersebut, terlihat jelas bagaimana kekuatan arus banjir mampu menghanyutkan bukan hanya perabotan rumah tangga, tetapi juga hewan ternak warga. Bahkan, dapur-dapur warga turut menjadi korban keganasan banjir, menunjukkan intensitas dan ketinggian air yang luar biasa saat kejadian.
Ketinggian air banjir dilaporkan mencapai dada orang dewasa, merendam rumah-rumah warga dan menyebabkan kepanikan massal. Peristiwa ini dipicu oleh meluapnya aliran sungai di Dusun Pengantap sekitar pukul 19.00 Wita, mengubah lingkungan sekitar menjadi lautan air dalam sekejap mata.
Dampak Luas Dan Korban Jiwa
Data sementara menunjukkan bahwa banjir ini telah berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK) di wilayah Sekotong. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada 570 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Lebih lanjut, Sadimin menjelaskan bahwa banjir yang menghantam dua Desa Persiapan, yaitu Pengantap dan Belongas, secara total telah mempengaruhi 1.171 jiwa. Angka ini menggambarkan skala luas dari dampak bencana dan kebutuhan mendesak akan bantuan serta penanganan.
Dalam musibah ini, korban jiwa turut berjatuhan. Sadimin mengonfirmasi bahwa seorang lansia bernama Ibu Nurinah, 69 tahun, dari Desa Persiapan Belongas, meninggal dunia akibat banjir. Kehilangan ini menambah daftar duka bagi masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: Waspada! Bandung Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini, Ini Detail Lengkap Prakiraan Cuaca BMKG!
Respons Cepat Dan Bantuan Logistik
Menanggapi bencana ini, BPBD NTB dengan sigap berkoordinasi dengan BPBD Lombok Barat untuk melakukan penanganan dan asesmen di wilayah yang terdampak. Koordinasi ini penting untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif dalam menyalurkan bantuan.
Tim BPBD NTB juga sedang dalam proses menyiapkan logistik dan peralatan esensial yang sangat dibutuhkan oleh korban terdampak. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, selimut, serta peralatan untuk pembersihan pasca-banjir, guna meringankan beban warga.
Upaya tanggap darurat ini bertujuan untuk secepat mungkin memulihkan kondisi di lokasi bencana dan memberikan dukungan moral serta material kepada para korban. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam fase pemulihan ini.
Peringatan Dini Dan Kewaspadaan Masyarakat
Sadimin mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah NTB telah memasuki periode musim hujan, sementara sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di berbagai daerah.
Analisis cuaca menunjukkan potensi hujan signifikan dalam tujuh hari mendatang, yang berarti ancaman banjir susulan masih sangat tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Masyarakat secara khusus diminta untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan debit air di wilayah aliran sungai. Kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba sangatlah penting untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari lapakberita.id



