Banjir hebat melanda Pandeglang, Banten, menenggelamkan dua kecamatan dan memengaruhi sekitar 25.000 jiwa, warga terpaksa mengungsi ke posko darurat.
Serta fasilitas publik mengalami kerusakan, sementara pasokan listrik dan air bersih terganggu. Pemerintah bersama TNI, Polri, dan relawan bergerak cepat untuk evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan wilayah terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Pandeglang Dilanda Banjir, Ribuan Warga Terdampak
Bencana banjir melanda Kabupaten Pandeglang, Banten, menyebabkan ribuan warga terdampak dan beberapa daerah masih terendam air. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sekitar 25.000 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak Senin (13/1/2026) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama lebih dari 12 jam.
Banjir terutama merendam dua kecamatan, yakni Pandeglang dan Labuan, dengan ketinggian air mencapai 80-120 cm di beberapa titik. Warga terpaksa mengungsi ke tempat aman, seperti posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah, sekolah, dan masjid. Aktivitas harian warga pun terganggu, termasuk akses transportasi dan layanan publik.
BPBD Pandeglang menekankan bahwa kondisi di lapangan masih fluktuatif. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pemantauan dan evakuasi warga yang berada di lokasi rawan. “Prioritas kami saat ini keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi,” kata Kepala BPBD Pandeglang, Rudi Hartono.
Banjir Merusak Infrastruktur dan Putus Akses Warga
Banjir yang melanda dua kecamatan menyebabkan kerusakan pada rumah, jalan, dan fasilitas umum. Beberapa ruas jalan utama terputus karena terendam atau tertimbun material terbawa arus, sehingga mobilitas warga sangat terbatas. Pasokan listrik dan air bersih juga terganggu di beberapa desa terdampak.
Selain itu, petani dan pedagang lokal mengalami kerugian akibat lahan pertanian dan pasar yang terendam. Padi dan sayuran mengalami kerusakan, sementara pedagang kehilangan stok barang yang basah dan tidak bisa dijual. Hal ini menambah beban ekonomi masyarakat yang terdampak.
Warga juga menghadapi risiko kesehatan, termasuk kemungkinan penyakit akibat air kotor, seperti diare dan kulit gatal. Pihak kesehatan setempat telah menyiapkan pos medis darurat dan menyediakan obat-obatan, serta melakukan penyuluhan agar warga tetap menjaga kebersihan selama berada di pengungsian.
Baca Juga: Banjir Donggala Bikin Warga Terpuruk, Anak Sekolah dan Petani Jadi Korban
Respons Cepat Pemerintah Evakuasi dan Penanganan
Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga dari area terendam. Kapal karet, perahu motor, dan kendaraan khusus digunakan untuk mengakses lokasi yang sulit dijangkau. Pengungsi menerima bantuan makanan siap saji, air minum, pakaian, dan selimut dari BPBD serta relawan kemanusiaan.
Bantuan logistik terus mengalir dari berbagai instansi pemerintah, termasuk bantuan dari Provinsi Banten dan kementerian terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan merata, terutama bagi warga lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.
Selain evakuasi, pemerintah juga melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas publik. Data ini menjadi acuan untuk menentukan langkah pemulihan jangka pendek dan jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir.
Prediksi Cuaca dan Imbauan Untuk Warga
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di Pandeglang hingga beberapa hari ke depan, meski intensitasnya menurun. Potensi banjir susulan dan genangan di daerah rendah tetap menjadi ancaman bagi warga. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah serta petugas di lapangan.
Warga yang belum mengungsi disarankan untuk segera pindah ke tempat aman, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rawan longsor. Pemerintah juga mengimbau agar warga tidak mencoba menyeberangi sungai atau jalan yang terendam karena arus bisa sangat deras dan berbahaya.
BPBD Pandeglang menekankan perlunya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan relawan untuk menghadapi dampak banjir ini. Kesadaran akan mitigasi bencana dan kepatuhan terhadap arahan evakuasi menjadi kunci keselamatan warga hingga kondisi benar-benar kembali normal.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com

