Banjir akibat hujan lebat di Kota Serang, Banten, sejak dini hari Minggu (8/3/2026) merendam sedikitnya 20 titik wilayah dan 528 rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melaporkan ribuan jiwa terdampak cuaca ekstrem ini. Permukiman, fasilitas umum, dan sejumlah ruas jalan ikut dilanda banjir yang dipicu kombinasi hujan deras, luapan sungai, dan drainase buruk.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Banjir Meluasi Puluhan Titik Permukiman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir terjadi di sejumlah wilayah Kota Serang yang tersebar di beberapa kecamatan. Permukiman warga menjadi area yang paling terdampak karena air masuk ke rumah dan jalan lingkungan dengan cepat. Banyak warga terpaksa menyelamatkan barang-barang penting agar tidak rusak akibat genangan air.
Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai puluhan sentimeter hingga mendekati satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh sementara karena jalan utama dan gang permukiman tidak bisa dilalui kendaraan. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak dalam situasi tersebut.
BPBD menyebutkan ratusan rumah warga terdampak banjir sehingga banyak keluarga harus bertahan di dalam rumah atau mencari tempat lebih aman. Sebagian warga juga memilih mengungsi sementara sambil menunggu kondisi air surut. Situasi ini menunjukkan betapa luasnya dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Luapan Sungai Jadi Pemicu
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor utama yang memicu banjir di Kota Serang. Curah hujan yang turun sejak dini hari membuat volume air meningkat dengan cepat di berbagai saluran air dan sungai di wilayah tersebut. Akibatnya, beberapa aliran sungai tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.
Selain faktor curah hujan tinggi, sistem drainase di sejumlah wilayah juga dinilai kurang optimal. Ketika hujan berlangsung dalam waktu lama, air tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga menyebabkan genangan yang semakin meluas di kawasan permukiman.
Kombinasi antara hujan deras, luapan sungai, serta kondisi drainase yang terbatas membuat banjir cepat meluas ke berbagai titik. Situasi ini memperlihatkan bahwa kawasan yang berada di dataran rendah memiliki risiko lebih tinggi terhadap bencana banjir.
Baca Juga: Lima Daerah Riau Panik! Karhutla Mengganas, Status Darurat Ditetapkan!
Upaya Evakuasi Dan Penanganan Warga
Petugas BPBD bersama relawan dan aparat setempat segera melakukan penanganan setelah banjir melanda wilayah tersebut. Tim gabungan diterjunkan ke berbagai titik untuk memantau kondisi lapangan dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga membantu evakuasi warga yang rumahnya terendam cukup parah. Beberapa keluarga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar terhindar dari risiko banjir yang semakin tinggi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan darurat bagi warga terdampak, seperti makanan, kebutuhan pokok, serta tempat pengungsian sementara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga tetap mendapatkan bantuan selama proses penanganan banjir berlangsung.
Imbauan Waspada
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta untuk memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama jika curah hujan meningkat secara tiba-tiba.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Langkah sederhana ini dinilai penting untuk membantu memperlancar aliran air saat hujan turun.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Dengan koordinasi antara warga, pemerintah, dan tim penanggulangan bencana, diharapkan dampak banjir di masa depan dapat diminimalkan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com

