Gempa bumi berkekuatan M 4,3 mengguncang wilayah Tahuna–Kepulauan Sangihe pada dini hari dan sempat membuat warga terkejut.
Pada dini hari dan sempat membuat warga terkejut karena getarannya terasa cukup jelas di sejumlah titik permukiman, meskipun hanya berlangsung dalam waktu singkat. Kejadian ini membuat sebagian warga terbangun dari tidur dan segera keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar tetap aman sebelum akhirnya situasi kembali kondusif. Simak selengkapnya hanya di Siaga Bencana.
Gempa M 4,3 Guncang Tahuna Kepulauan
Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,3 mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Kamis dini hari. Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga masih berada dalam kondisi istirahat, sehingga getaran yang muncul sempat mengejutkan banyak orang di berbagai titik permukiman.
Getaran gempa dilaporkan terasa cukup jelas meskipun berlangsung dalam waktu singkat. Sejumlah warga mengaku terbangun dari tidur karena merasakan rumah mereka bergetar ringan hingga sedang, yang kemudian membuat mereka segera keluar rumah untuk memastikan situasi aman.
Meski demikian, tidak ada laporan awal mengenai kepanikan besar atau kerusakan signifikan akibat peristiwa tersebut. Warga hanya sempat merasakan kekhawatiran sesaat sebelum kondisi kembali normal dalam beberapa menit setelah gempa terjadi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kedalaman Puluhan Kilometer
Berdasarkan data resmi, gempa terjadi sekitar pukul 02.45 WIB dengan pusat di wilayah laut. Episentrum gempa berada di koordinat yang berjarak ratusan kilometer di barat laut Tahuna, tepatnya di kawasan Kepulauan Sangihe yang memang dikenal sebagai daerah aktif secara tektonik.
BMKG mencatat bahwa kedalaman gempa berada sekitar 51 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman ini termasuk kategori menengah, yang umumnya dapat menghasilkan getaran yang masih dirasakan di permukaan, tergantung pada kondisi geologi sekitar.
Lokasi episentrum yang berada di laut juga menyebabkan getaran menyebar ke beberapa wilayah sekitar. Namun hingga saat ini, belum ditemukan adanya dampak kerusakan pada bangunan maupun infrastruktur di wilayah terdampak.
Baca Juga: Cuaca Jateng Di H2 Lebaran Bikin Khawatir, Masyarakat Diminta Siaga
Analisis Awal Kejadian
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa data gempa bersifat awal dan masih dapat mengalami pembaruan. Hal ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam setiap kejadian seismik untuk memastikan keakuratan informasi yang dirilis kepada publik.
Koordinat gempa tercatat pada 6,19 Lintang Utara dan 123,81 Bujur Timur. Titik ini menunjukkan bahwa pusat gempa berada di wilayah laut dalam yang jauh dari pusat keramaian penduduk, sehingga dampaknya relatif terbatas di daratan.
BMKG juga menegaskan bahwa meskipun magnitudo tergolong kecil hingga sedang, masyarakat tetap perlu waspada. Hal ini karena wilayah Sulawesi Utara termasuk dalam kawasan cincin api Pasifik yang memiliki aktivitas gempa cukup tinggi sepanjang waktu.
Kondisi Setelah Gempa
Sejumlah warga di Tahuna dan wilayah sekitarnya mengaku sempat panik ketika merasakan getaran gempa. Banyak dari mereka yang langsung meninggalkan rumah sementara waktu untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan.
Namun situasi tersebut tidak berlangsung lama. Dalam hitungan menit, kondisi kembali normal karena tidak ada gempa susulan yang signifikan dan getaran utama hanya berlangsung singkat.
Setelah memastikan keadaan aman, warga kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktivitas seperti biasa menjelang pagi hari. Tidak ada laporan evakuasi massal maupun gangguan besar terhadap kegiatan masyarakat.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com

