Belasan desa di Kuningan diterjang cuaca ekstrem, hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan dan warga terpaksa mengungsi.
Kuningan, Jawa Barat, dilanda bencana cuaca ekstrem yang melumpuhkan belasan desa. Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir dan kerusakan rumah, memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Siaga Bencana ini mengulas dampak bencana, respons pemerintah daerah, serta upaya penanganan darurat bagi korban. Simak kronologi kejadian, kondisi warga, dan langkah mitigasi yang dilakukan agar situasi dapat segera pulih dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Cuaca Ekstrem Melanda Kabupaten Kuningan
Sejak Sabtu sore (28/3/2026), sebagian wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Peristiwa ini memicu rangkaian bencana alam di berbagai titik desa.
Hujan yang intens disertai angin kuat berlangsung selama beberapa jam, menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan rawan longsor. Fenomena ini sesuai dengan pola cuaca ekstrem yang sering terjadi pada periode musim pancaroba di Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan mencatat setidaknya 11 kejadian bencana alam di wilayah tersebut hingga Minggu sore (29/3/2026). Tim terus berupaya mengakses semua titik terdampak untuk asesmen lebih lanjut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Longsor Dan Pohon Tumbang Terjadi Di Berbagai Desa
Bencana alam yang muncul bervariasi, termasuk tanah longsor di sejumlah lokasi di Kuningan. Titik longsor dilaporkan terjadi di Desa Tundagan, Desa Jagara, Desa Karangsari, Desa Darma, Desa Ciherang, dan Desa Cisukadana.
Di Desa Jagara, material longsor bahkan mengenai dua rumah warga hingga mengalami kerusakan bagian atap dan dinding. Longsor di Desa Karangsari juga memutus akses jalan gang di RT 11 Dusun Segong, sehingga menghambat mobilitas warga.
Selain longsor, sejumlah pohon tumbang akibat angin kencang juga menjadi masalah serius. Di beberapa desa seperti Ciloa, Karangsari, dan Kadugede, pohon yang tumbang sempat menutup jalan utama, memaksa warga dan petugas membersihkan material pohon.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Kaliombo Kediri, Warung dan Dapur Warga Rusak Parah!
Banjir Luapan Sungai Cisanggarung Juga Terjadi
Bencana tidak hanya berupa longsor dan pohon tumbang. Di wilayah Darma dan Kadugede, banjir terjadi akibat luapan air dari Sungai Cisanggarung yang dipicu oleh tingginya debit hujan.
Meski banjir ini sempat merendam permukiman warga, kedalamannya relatif dangkal — hanya beberapa sentimeter dan tidak sampai memaksa evakuasi warga. Air juga surut kembali dalam waktu kurang dari dua jam.
BPBD memastikan situasi darurat banjir itu kini telah mereda. Namun tetap menjadi perhatian penting karena potensi banjir susulan selalu ada ketika hujan ekstrem datang lagi.
Upaya Tim Gabungan Dan Penanganan Kerusakan
Hingga kini, petugas BPBD bersama personel Pemadam Kebakaran dan warga setempat terus bergerak di lapangan. Mereka membersihkan material longsor dan batang pohon yang menutup jalan desa agar akses publik kembali lancar.
Penanganan tersebut dilakukan secara gotong royong, terutama di titik yang sulit dijangkau alat berat. Masyarakat juga ikut membantu mengangkat material longsor dan memangkas pohon tumbang di sejumlah lokasi.
Beberapa titik yang masih dalam penanganan khusus, seperti lokasi longsor di Bayuning dan pohon tumbang besar di Ciloa, diprioritaskan untuk dibersihkan pada hari‑hari berikutnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, Tetapi Kerusakan Material Cukup Besar
Kabar baiknya, BPBD Kuningan memastikan tidak ada korban jiwa akibat rangkaian bencana yang melanda belasan desa tersebut selama hujan ekstrem terjadi. Masyarakat pun dinyatakan dalam kondisi aman meski sempat terjadi bencana.
Namun, dampak kerusakan material cukup signifikan. Rumah warga yang rusak akibat longsor, akses jalan tertutup, serta pohon tumbang yang menutup jalur utama menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan, sekaligus mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kuninganreligi.com

