Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara hingga Maluku Utara dan memicu puluhan gempa susulan.
Getaran kuat yang dirasakan di berbagai daerah tersebut membuat warga sempat panik dan berhamburan keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri. Berdasarkan data pemantauan awal, aktivitas seismik susulan mulai terjadi hanya beberapa saat setelah gempa utama dan terus berlangsung secara berulang dalam rentang waktu beberapa jam berikutnya. Simak selengkapnya hanya di Siaga Bencana.
Gempa Besar Guncang Sulut–Malut
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara hingga Maluku Utara dan memicu kepanikan warga di sejumlah daerah terdampak. Getaran kuat tidak hanya dirasakan di pusat gempa, tetapi juga di wilayah sekitar yang cukup luas.
Tak lama setelah gempa utama terjadi, aktivitas seismik susulan mulai tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Getaran berulang ini membuat situasi di lapangan tetap dalam kondisi waspada, terutama bagi warga yang berada di daerah pesisir dan bangunan rentan.
BMKG mencatat bahwa dalam kurun waktu beberapa jam setelah gempa utama, aktivitas susulan terus terjadi secara berulang. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem sesar di wilayah tersebut masih aktif dan belum sepenuhnya stabil.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
BMKG Catat 76 Kali Gempa Susulan
Berdasarkan data terbaru yang dirilis BMKG, tercatat sebanyak 76 gempa susulan terjadi dalam rentang waktu sekitar lima jam. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya bahkan dirasakan langsung oleh masyarakat di lokasi terdampak.
Gempa susulan ini terjadi sejak pagi hingga menjelang siang dengan pola yang cukup intens. Dalam beberapa periode waktu tertentu, frekuensi gempa meningkat dalam interval yang sangat dekat, bahkan hanya berselang beberapa menit.
Selain jumlah yang cukup banyak, BMKG juga mencatat bahwa terdapat lima gempa susulan yang dirasakan oleh warga. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan sebagian gempa susulan masih cukup signifikan untuk menimbulkan getaran di permukaan..
Baca Juga: Ancaman AI Makin Nyata! Kemenkum DIY Soroti Nasib Hak Kekayaan Intelektual
Rincian Waktu Terjadinya Gempa Susulan
BMKG merilis rincian waktu terjadinya gempa susulan yang menunjukkan pola aktivitas seismik yang terus berlanjut. Pada periode awal, tercatat beberapa kali gempa dalam rentang waktu 15 menit pertama setelah aktivitas utama.
Pada jam-jam berikutnya, gempa susulan terus terjadi secara berulang dengan jumlah yang bervariasi di setiap interval waktu. Tercatat ada periode yang menunjukkan peningkatan aktivitas hingga tujuh kali dalam 15 menit.
Secara keseluruhan, pola ini memperlihatkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih sangat aktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena potensi gempa susulan masih bisa terus terjadi dalam waktu yang belum dapat dipastikan.
Dampak dan Kondisi Terkini
Selain guncangan gempa, dampak lain juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, termasuk gangguan aktivitas masyarakat dan kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas. Warga di beberapa titik memilih tetap berada di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan lanjutan. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak resmi dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Hingga saat ini, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulut dan Maluku Utara. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga bersiaga untuk mengantisipasi dampak lanjutan jika terjadi peningkatan aktivitas gempa.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com

