Banjir kiriman melanda Probolinggo saat maghrib, membuat buka puasa warga jadi momen menegangkan dan penuh ketegangan.
Warga Probolinggo kaget saat banjir kiriman tiba tepat menjelang buka puasa. Air deras merendam pemukiman, memaksa mereka waspada dan berjuang menyelamatkan harta benda. Simak hanya di Siaga Bencana kronologi lengkap dan bagaimana warga menghadapi momen menegangkan ini hingga detik terakhir.
Bagaimana Keadaan Probolinggo? Buka Puasa Jadi Momen Menegangkan!
Banjir kiriman menerjang wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tepat ketika banyak warga sedang bersiap untuk buka puasa pada Rabu (4/3/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan Probolinggo–Lumajang membuat aliran sungai meningkat drastis hingga air meluap ke pemukiman warga.
Puluhan rumah terendam air setinggi 50 sentimeter hingga 1 meter, menciptakan situasi penuh tekanan dan kekhawatiran saat momen berbuka puasa tiba.
Banjir Kiriman Menggenangi Pemukiman
Hujan deras berlangsung lebih dari dua jam hingga malam hari, menyebabkan sungai di wilayah itu tidak mampu menahan meluapnya debit air. Desa Tigasan Wetan dan Dusun Krajan menjadi salah satu lokasi terdampak parah. Warga terkejut ketika air tiba‑tiba masuk ke pemukiman menjelang maghrib, sehingga banyak bergegas menyelamatkan barang berharga.
Ketinggian air bervariasi antara setengah meter hingga satu meter lebih, membuat sebagian rumah warga tergenang hingga bagian tengah bangunan. Perabot rumah tangga, peralatan elektronik, bahkan sepeda motor ikut terendam dalam banjir kali ini.
Situasi makin genting karena sebagian warga hampir terjebak di dalam rumah saat air terus naik. Kesibukan untuk menyelamatkan harta benda berubah menjadi upaya cepat menanggulangi air yang masuk tanpa henti.
Baca Juga: Darurat! Tanah Bergerak Rusak Rumah Warga Gunung Putri Bogor, 9 Orang Kehilangan Tempat Tinggal
Reaksi Dan Upaya Penanganan BPBD
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo langsung menerjunkan tiga unit mesin penyedot air untuk membantu percepatan surutnya genangan di lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD menyatakan koordinasi telah dilakukan bersama TNI‑Polri dan relawan lokal untuk tindakan darurat. Tim gabungan bekerja bersama masyarakat membantu menurunkan tinggi muka air.
Wilayah paling parah tercatat berada di RT 1 dan RT 2 Dusun Krajan, Desa Tigasan Wetan, di mana air mencapai tinggi setinggi paha orang dewasa bahkan sampai satu meter. Langkah awal adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak kerusakan.
Dampak Pada Warga Dan Harta Benda
Banjir ini membuat banyak warga Probolinggo tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena datangnya air begitu cepat, tepat ketika kegiatan buka puasa hendak dimulai. Banyak perabot rumah tangga dan barang elektronik ikut tergenang.
Sejumlah warga mengatakan bahwa ini bukan pertama kali banjir kiriman melanda wilayah tersebut, yang menunjukkan kerentanan lokasi terhadap perubahan cuaca di hulu. Curah hujan tinggi di daerah perbatasan Probolinggo–Lumajang memicu kenaikan debit sungai yang cepat.
Kerugian materi dan stres batin warga jelas terasa saat momen yang seharusnya penuh berkah menjadi penuh ketegangan. Banyak keluarga kini harus membersihkan rumah dan barang yang rusak akibat terendam air banjir.
Upaya Pencegahan Dan Harapan Warga
BPBD menyatakan rencana untuk melakukan asesmen lanjutan terhadap titik‑titik penyumbatan aliran air di desa tersebut agar dapat mengidentifikasi penyebab utama banjir. Rencana kerja bakti bersama warga dan pembersihan gorong‑gorong menjadi salah satu solusi jangka pendek.
Warga diharapkan ikut serta dalam kerja bakti agar sedimentasi di gorong‑gorong dapat dibersihkan secara berkala, sehingga aliran air sungai bisa berjalan lebih lancar saat hujan deras kembali turun.
Selain itu, pemerintah setempat juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat mitigasi bencana, terutama di musim hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com


