Angin puting beliung terjang 4 desa di Tibawa, Gorontalo, merusak 20 rumah, Warga panik, upaya evakuasi dan perbaikan segera dilakukan.
Tibawa, Gorontalo Malam yang seharusnya tenang berubah mencekam saat angin puting beliung melanda 4 desa di Tibawa. Puluhan rumah rusak, warga panik, dan upaya evakuasi pun segera dilakukan untuk mengamankan masyarakat yang terdampak.
Peristiwa Siaga Bencana ini menjadi peringatan akan kekuatan alam yang tak terduga.
Angin Puting Beliung Hantam Empat Desa Di Tibawa
Selasa (10/2/2026), empat desa di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dilanda angin puting beliung yang menghancurkan puluhan rumah warga. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, saat cuaca tiba-tiba berubah menjadi ekstrem.
BPBD Provinsi Gorontalo mencatat 20 rumah mengalami kerusakan, dengan satu pohon tumbang yang menimpa salah satu rumah warga. Warga panik dan berusaha menyelamatkan diri saat angin kencang menghantam permukiman mereka.
Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, menekankan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar selalu siaga menghadapi ancaman bencana alam.
Desa Paling Terdampak Dan Jenis Kerusakan
Keempat desa yang terdampak adalah Desa Datahu, Desa Isimu Raya, Desa Isimu Selatan, dan Desa Dunggala. Desa Isimu Raya menjadi wilayah paling parah, dengan 13 rumah rusak ringan hingga berat akibat atap yang terbang diterpa angin kencang.
Di Desa Datahu, empat rumah mengalami kerusakan sedang, sementara Desa Isimu Selatan tercatat dua rumah dan Desa Dunggala satu rumah yang terdampak. Sebagian besar rumah rusak pada bagian atap dan dinding, beberapa rumah mengalami kerusakan parah.
Selain rumah warga, satu pohon tumbang menimpa rumah di Desa Isimu Raya. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka, karena warga berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Baca Juga: Bencana! Tanah Bergerak Masih Aktif, 2.453 Warga Tegal Ngungsi
Tindakan Cepat BPBD Gorontalo
BPBD Provinsi Gorontalo langsung menurunkan tim ke lokasi pada Selasa (10/2/2026) untuk mendata rumah terdampak dan menilai tingkat kerusakan. Data ini menjadi acuan agar bantuan darurat bisa segera disalurkan.
Tim lapangan membawa logistik seperti tenda, selimut, dan peralatan darurat untuk warga yang rumahnya rusak parah. Koordinasi dengan aparat desa setempat berjalan intens agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Selain itu, BPBD terus mengimbau warga agar tetap siaga dan melaporkan setiap kejadian bencana di lingkungan mereka. Protokol ini penting untuk mengantisipasi risiko lebih besar saat cuaca ekstrem muncul kembali.
Ancaman Cuaca Ekstrem Dan Kewaspadaan
Angin puting beliung bukan fenomena baru di Kabupaten Gorontalo. Curah hujan tinggi dan angin kencang sering terjadi di musim penghujan, menyebabkan pohon tumbang, banjir, dan kerusakan rumah.
Tahir menegaskan pentingnya memantau prakiraan cuaca melalui BMKG dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Langkah sederhana seperti memperkuat atap rumah dan menghindari area pohon tinggi bisa menyelamatkan nyawa.
Selain itu, warga dianjurkan membentuk kelompok siaga bencana di tingkat RT dan RW. Kolaborasi ini mempermudah evakuasi dan penanganan darurat saat bencana kembali melanda daerah mereka.
Upaya Warga Dan Pemerintah Menghadapi Bencana
Hingga Selasa (10/2/2026), BPBD terus memantau kondisi empat desa terdampak dan memperbarui data kerusakan rumah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Langkah ini menjadi prioritas agar setiap keluarga mendapatkan dukungan yang sesuai.
Tahir mengingatkan masyarakat untuk selalu siap menghadapi perubahan cuaca secara tiba-tiba. Mengantisipasi hujan deras atau angin kencang sejak dini sangat penting untuk meminimalkan kerugian materiil dan keselamatan jiwa.
Selain itu, warga diminta melaporkan kerusakan rumah, fasilitas publik, dan infrastruktur lainnya. Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan BPBD, penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari read.id



