Banjir melanda 11 wilayah di Kota Serang akibat hujan deras, sebanyak 330 rumah warga terendam, aktivitas lumpuh, dan evakuasi dilakukan.
Bencana banjir kembali melanda Kota Serang, Banten. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam menyebabkan meluapnya sejumlah sungai dan saluran drainase. Akibatnya, banjir merendam sedikitnya 11 wilayah permukiman dan berdampak langsung pada ratusan kepala keluarga. Sedikitnya 330 rumah warga dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Hujan Deras Picu Banjir Meluas
Hujan deras dengan durasi cukup lama menjadi pemicu utama banjir yang melanda Kota Serang. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai dan saluran drainase meningkat drastis dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat air meluap dan menggenangi kawasan permukiman warga.
Beberapa titik yang sebelumnya rawan genangan kembali terdampak banjir. Air hujan yang tidak tertampung dengan baik mempercepat meluasnya genangan, terutama di wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Warga mengaku hujan turun hampir tanpa jeda sejak sore hingga malam hari. Dalam hitungan jam, air mulai masuk ke rumah-rumah, memaksa sebagian warga menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Sebelas Wilayah Terdampak Banjir
Banjir dilaporkan merendam sedikitnya 11 wilayah di Kota Serang. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir saat musim hujan.
Kawasan permukiman padat penduduk menjadi yang paling terdampak. Genangan air dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter membuat aktivitas warga lumpuh total. Jalan lingkungan dan akses utama terendam sehingga sulit dilalui kendaraan.
Sebagian wilayah mengalami genangan lebih lama karena air sulit surut. Hal ini disebabkan oleh posisi wilayah yang lebih rendah serta aliran air yang terhambat oleh sedimentasi dan sampah.
Baca Juga: Kaltim Targetkan Setiap Kabupaten/Kota Punya Kampung Siaga Bencana!
330 Rumah Warga Terendam Air
Dampak paling signifikan dari banjir ini adalah terendamnya 330 rumah warga. Air masuk ke dalam rumah, merusak perabotan, alat elektronik, dan kebutuhan sehari-hari warga.
Banyak warga yang terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat atau lokasi yang lebih aman. Namun tidak sedikit pula yang memilih bertahan di rumah demi menjaga barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Kerugian material diperkirakan cukup besar, meski hingga kini masih dalam proses pendataan. Warga berharap adanya bantuan cepat untuk meringankan beban akibat banjir tersebut.
Aktivitas Warga Lumpuh Total
Banjir menyebabkan aktivitas warga di sejumlah wilayah lumpuh total. Anak-anak tidak dapat bersekolah, sementara orang dewasa kesulitan berangkat bekerja karena akses jalan terendam air.
Beberapa kendaraan mogok akibat nekat menerobos genangan. Hal ini memperparah kemacetan di sejumlah ruas jalan utama Kota Serang.
Kondisi ini menimbulkan keresahan warga, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan harian. Banjir yang datang tiba-tiba membuat warga tidak sempat melakukan persiapan matang.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat
Pemerintah Kota Serang bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan darurat. Petugas diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Perahu karet digunakan di beberapa titik dengan genangan tinggi. Selain evakuasi, petugas juga membantu pendistribusian bantuan logistik berupa makanan siap saji dan air bersih.
Posko darurat didirikan untuk menampung warga yang mengungsi. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari News – Espos.id
- Gambar Kedua dari ANTARA News



