Banjir kembali melanda wilayah Musi Rawas, Sumatera Selatan, menyisakan duka mendalam bagi puluhan keluarga dan merusak rumah serta harta benda mereka.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Kerup meluap, merendam pemukiman warga hingga ketinggian mencapai satu meter.
Berikut ini, Siaga Bencana akan menjadi pengingat akan kerentanan daerah terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya di musim penghujan.
Musi Rawas Dilanda Banjir, Puluhan KK Terdampak
Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan BTS Ulu, Musi Rawas, Sumatera Selatan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat banjir. Ketinggian air yang mencapai satu meter ini telah mengganggu aktivitas dan merusak harta benda warga. Kejadian ini terjadi pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Banjir tersebut tersebar di beberapa rukun tetangga (RT), khususnya dari RT-03 hingga RT-09, di Kelurahan Bangun Jaya, Kecamatan BTS Ulu. Area yang luas ini menunjukkan bahwa dampak luapan Sungai Kerup cukup signifikan dan meluas. Warga di zona terdampak kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kondisi.
Lurah Bangun Jaya, Umi Kalsum, mengonfirmasi data 31 KK yang terdampak banjir. Ketinggian air di lokasi bervariasi, ada yang mencapai lutut orang dewasa hingga sepinggang. Situasi ini memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan.
Penyebab Banjir, Curah Hujan Tinggi Dan Luapan Sungai
Penyebab utama banjir ini adalah intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Musi Rawas selama beberapa hari terakhir. Curah hujan yang tinggi membuat volume air di Sungai Kerup meningkat drastis, hingga tidak mampu lagi menampung debit air, akhirnya meluap ke pemukiman warga.
Tidak hanya luapan dari Sungai Kerup, banjir juga diperparah dengan adanya kiriman air dari Sungai Kikim di Lahat. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah banjir di satu wilayah seringkali terkait dengan kondisi hidrologis di daerah hulu. Kondisi ini menciptakan dampak berantai yang memperparah situasi di Musi Rawas.
Umi Kalsum menjelaskan bahwa air kiriman dari Sungai Kikim juga meluap dan berkontribusi terhadap ketinggian banjir di Kelurahan Bangun Jaya. Kombinasi dua sumber air yang meluap ini menjadi faktor krusial yang menyebabkan skala banjir kali ini cukup besar dan berdampak luas.
Baca Juga: Tanah Gerak di Tomo Sumedang, Tiga Rumah Rusak Berat
Dampak Dan Respons Warga
Di RT-03, terdapat empat rumah yang terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan memaksa mereka untuk mengambil tindakan darurat guna melindungi diri dan barang berharga.
Sebagian warga yang terdampak banjir memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti rumah kerabat atau posko darurat. Namun, ada pula warga yang memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka, dengan alasan menjaga harta benda atau karena keterbatasan akses ke tempat pengungsian.
Umi memprediksi bahwa banjir akan surut dalam dua hingga tiga hari ke depan, dengan catatan tidak ada lagi hujan deras yang turun. Harapan ini menjadi pegangan bagi warga yang kini tengah berjuang menghadapi cobaan bencana, sambil berharap cuaca segera membaik.
Antisipasi Dan Mitigasi Bencana Di Musim Penghujan
Peristiwa banjir di Musi Rawas ini kembali menegaskan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Edukasi mengenai mitigasi bencana perlu terus digalakkan, terutama di daerah-daerah rawan banjir.
Pemerintah daerah bersama masyarakat juga perlu melakukan upaya jangka panjang, seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan penghijauan di daerah hulu. Langkah-langkah ini krusial untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di masa mendatang, demi keselamatan dan kesejahteraan warga.
Kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan individu sangat penting dalam membangun ketahanan terhadap bencana. Dengan persiapan yang matang dan respons yang cepat, diharapkan kerugian akibat bencana alam dapat diminimalisir, serta masyarakat dapat hidup lebih aman dan tenang.
Selalu pantau berita terbaru seputar Siaga Bencana dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari sumsel.tribunnews.com
- Gambar Utama dari sumateraekspres.bacakoran.co



