Tragedi banjir bandang di Sitaro menelan korban, termasuk balita Clayton, yang ditemukan dalam kondisi menyedihkan.
Banjir bandang dahsyat yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, telah menyisakan duka mendalam. Musibah alam ini tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga nyawa. Kini, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, menyisakan cerita pilu dan perjuangan tak kenal lelah tim penyelamat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Siaga Bencana.
Balita Clayton Ditemukan, Korban Meninggal Capai 17 Jiwa
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban hilang dalam musibah banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Korban tersebut adalah seorang balita berusia 2 tahun bernama Clayton Tatambihe yang sebelumnya dilaporkan hilang. Penemuan ini membawa jumlah korban meninggal menjadi 17 orang.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, mengonfirmasi bahwa Clayton ditemukan pada Rabu (7/1) di Kampung Peling. Balita malang tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun di rumah warga, menambah daftar panjang korban jiwa akibat bencana ini.
Dengan ditemukannya Clayton, upaya pencarian kini difokuskan pada dua korban hilang lainnya yang masih dalam proses pencarian. Tim SAR gabungan, terdiri dari unsur TNI, Polri, dan relawan, terus bekerja keras di lapangan.
Upaya Pencarian Dan Penanganan Korban Terus Berlanjut
Tim SAR gabungan tak kenal lelah melanjutkan operasi pencarian dua korban hilang lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Mereka menyisir seluruh area terdampak dengan harapan dapat menemukan korban secepatnya, sekaligus memberikan kelegaan bagi keluarga yang cemas menanti kabar.
Selain pencarian, pelayanan kesehatan juga menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca-bencana. Korban luka-luka akibat banjir bandang mendapatkan penanganan medis intensif di puskesmas setempat, sementara beberapa korban dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk perawatan lanjutan yang lebih lengkap.
Pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat bahu-membahu dalam seluruh penanganan pasca-bencana ini. Bantuan logistik dan dukungan psikososial juga terus disalurkan untuk meringankan beban para korban dan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal sementara.
Baca Juga: Tanah Tiba-Tiba Amblas Di Sawah, Ini Lokasi Yang Paling Rawan Sinkhole
Dampak Luas Bencana Banjir Bandang di Empat Kecamatan
Banjir bandang menerjang empat kecamatan di Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Kecamatan yang terdampak meliputi Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, menunjukkan skala bencana yang sangat meluas dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur vital dan fasilitas umum. Hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, sebanyak 141 rumah mengalami kerusakan, menambah beban bagi warga terdampak.
Kerusakan tersebut mencakup tujuh unit rumah yang hanyut terbawa arus, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Data ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak banjir bandang terhadap permukiman warga dan pentingnya upaya pemulihan segera.
BNPB Merilis Data Terbaru, Pengungsi Mencapai Ratusan Jiwa
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan data terbaru terkait dampak bencana ini. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia hingga Selasa (6/1) sebelum penemuan Clayton.
Selain itu, 22 orang mengalami luka-luka, di mana dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan medis lebih lanjut. Angka ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan bantuan medis.
Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa yang harus mengungsi ke tempat lebih aman. Data ini terus diperbarui seiring dengan perkembangan situasi di lapangan dan upaya pemulihan yang sedang berjalan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Siaga Bencana serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com



